Senin, 26 Agustus 2013, 09:13 – Menag - Wamenag
Bali Bersholawat

(Humas Bali) Bali sebagai destinasi dunia merupakan primadona bagi seluruh wisatawan domestik maupun luar negeri. Dua event internasional yang akan diselenggarakan di Bali yaitu KTT APEC dan Miss World memaksa kita sebagai instansi pemerintahan provinsi Bali turut serta dalam menjaga stabilitas keamanan agar nama Bali dimata dunia dapat tetap terjaga. Keberhasilan Bali dalam penyelenggaraan event dunia ini tentunya akan membawa dampak positif bagi masyarakat Bali baik dari segi ekonomi maupun sosial dan budaya.

Guna menjaga stabilitas Bali, maka bertempat di Lapangan Parkir Timur Puputan Renon Niti Mandala Denpasar pada hari Sabtu, 24 Agustus 2013 digelar acara Dzikir dan Doa Bersama Umat se-Bali yang diselenggarakan oleh GP Anshor bersama Majelis Maulid Wat Ta’lim Riyadlul Jannah, Malang Jawa Timur. Dalam kesempatan ini Menteri Agama Bapak Suryadharma Ali berkesempatan hadir. Hadir pula dalam acara ini perwakilan dari Gubernur Bali, Kapolda Bali, Pangdam IX Udayana, para tokoh agama, dan para ulama besar.

Doa bersama ini mengambil tema “Dari Bali untuk Perdamaian dan Keamanan Indonesia”. Hal ini dimaksudkan, mengingat besarnya nama Bali dimata dunia. Sedikit saja sesuatu terjadi di Bali tentunya dapat mempengaruhi citra Indonesia di mata dunia. Sehingga kondisi stabilitas dan keamanan di Bali harus benar-benar selalu dijaga. Acara diisi dengan memanjatkan dzikir dan sholawat serta tausyiah dari beberapa ulama besar. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menjalin tali silaturrahmi antar umat beragama, melihat Bali sebagai laboratorium mini dari kerukuna umat beragama. Sehingga kerukunan antar umat beragama yang telah terbina harus senantiasa terjaga.

Kemudian dalam arahannya Menteri Agama Suryadharma Ali menyampaikan bahwa kerukunan umat beragama di Bali nyata adanya dengan berhasil terselenggaranya acara doa bersama ini. Ucapan terima kasih pula beliau sampaikan kepada seluruh personil keamanan dan pihak-pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini. Beliau menyampaikan pula dengan dzikir diharpakan umat Islam senantiasa akan selalu mengingat dosa yang melekat dalam dirinya, betapa besarnya Allah sebagai Tuhan kita. Beliau menghimbau sebagi umat Islam dapat meunjukkan jati diri sebagai umat yang baik yang dapat menjaga kebersamaan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengedepankan kerukunan dan kedamaian serta menjauhi segala bentuk permusuhan dan kekerasan. Dengan demikian Islam dapat dicintai dinegara Indonesia ini. Besarnya negara ini tergantung dari umatnya mampu menjaga baik agamanya. Agama memiliki manfaat yang besar bagi umat dan kemanusiaan.

Acara dilanjutkan dengan tausyiah dari KH. Nur Iskandar dan ditutup dengan doa bersama demi perdamaian dan keamanan Bali.(sn)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.795201 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 592154
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.