Pelepasan Calon Jamaah Haji 2019

Pelepasan Calon Jamaah Haji 2019

Pelepasan Calon Jamaah Haji 2019 Pelepasan Calon Jamaah Haji (Calhaj) 2019 Provinsi Bali dengan tema, "Membangun Jamaah Haji Provinsi Bali yang Mandiri untuk Meraih Haji Mabrur." Untuk meraih kemabruran Calhaj Bali diupayakan seoptimal mungkin oleh para tokoh muslim yang peduli terhadap Calhaj Bali.

Sebagaimana para Calhaj banyak diberi kesempatan mengikuti berbagai kegiatan diadakan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang tersebar di kabupaten/kota se-Bali. Upaya keras yang dilakukan oleh KBIH tersebut tentu sangat bermanfaat dapat mendorong, menggerakkan, dan mengarahkan kepada para Calhaj yang nantinya dapat melaksanakan ibadah hajinya secara mandiri.

Sinergi yang baik selama ini antartokoh  umat dengan Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) kabupaten/kota se-Bali perlu diapresiasi. Manifes komunikasi dan kolaborasi bimbingan manasik haji yang diselenggarakan oleh KBIH kerjabareng PHU telah dirasakan manfaatnya oleh para Calhaj Provinsi Bali

 Terlebih lagi penambahan durasi pertemuan 10 kali manasik dan praktik Calhaj yang secara resmi dilaksanakan oleh PHU kabupaten/kota se-Bali menambah kompetensi, dan kematangan pelaksanaan ibadah haji di Makah dan Madinah.

Pelepasan Calhaj asal Provinsi Bali berlangsung di gedung Nari Graha, Renon, Denpasar (10/7). Acara berjalan dengan tertib dan hikmad yang dimulai dengan tilawat Alquran dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Provinsi Bali, I Wayan Lastra, menjelaskan bahwa kuota Bali sebelumnya berjumlah 700 Calhaj. "Atas kerja keras yang dilakukan oleh gubernur Bali, Wayan Koster, maka tahun 2019 ini Bali mendapat tambahan kuota sejumlah 354 Calhaj, kini total kuota Bali berjumlah 1054 Calhaj," paparnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa penambahan kuota Calhaj Bali dari tahun ke tahun hingga kini antrian susut mencapai 20 tahun yang sebelumnya antrian tunggu 30 tahun. Ditegaskan pula panitia pelepasan Calhaj Bali, Haji Suhatril bahwa kesabaran dan tetap berdoa atas upaya keberangkatan Calhaj menjadi penguat keberangkatan melaksanakan ibadah haji.

Pada kesempatan lain disampaikan PHU Kemenag Kabupaten Badung, H. Syaefullah bahwa jumlah 1054 Calhaj Bali terbagi dalam tiga kloter, 60,61, dan 84. Masing-masing berangkat menuju Jeddah pada 25 Juli 2019, dan pada 4 Agustus 2019.

Sebelum acara diakhir doa yang disampaikan oleh ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali, H. Taufik As'adi, beberapa pesan penting disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster dibacakan yang mewakilinya sebagai berikut: salam hikmad kepada seluruh Calhaj untuk melaksanakan ibadah haji; hendaknya disadari betul bahwa Calhaj beribadah di negara orang lain agar selalu menjaga peraturan setempat; menjaga kesehatan dengan selalu koordinasi dengan tim kesehatan dan banyak minur air karena tahun ini diprediksi mencapai suhu panas 59 derajat celsius; hindari takabur, jauhi pertengkaran; hormati adat setempat; selama melaksanakan ibadah manakala mendapati kendala agar berkonsultasi dengan petugas terdekat.

Lebih lanjut orang nomor satu di Bali menuturkan secara tersurat dibacakan yang mewakilinya bahwa setiap agama mengajarkan kerukunan, menganjurkan persatuan, hubungan baik antarwarga, di tengah-tengah Bangsa Indonesia banyak cobaan selama berlangsung Pemilu 2019 sudah seharusnya para Calhaj mendoakan Bangsa kita agar masalah Bangsa cepat berlalu. Lebih dari semua itu, sebagaimana para Calhaj berasal dari Bali agar memperhatikan budaya yang berasal dari orang Bali.

Secara simbolik pelepasan Calhaj ditandai pengalungan serban kepada Calhaj tertua Saeri 94 tahun berasal dari Kabupaten Badung dan Calhaj termuda Cut Cebrilla 19 tahun berasal dari kota Denpasar.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar