PHU Badung Door to Door Sosialisasikan Pembatalan Keberangkatan Ibadah Haji Tahun 1441 H/ 2020 M

PHU Badung Door to Door Sosialisasikan Pembatalan Keberangkatan Ibadah Haji Tahun 1441 H/ 2020 M
Menteri Agama Republik Indonesia (Fachrurl Razi) pada tanggal 2 Juni yang lalu telah menyampaikan KMA Nomor 494 Tahun 2020 Tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/ 2020 M. Hal ini telah kita ketahui bersama khususnya para jamaah haji yang akan berangkat tahun ini.
Sebagai upaya untuk memeberikan pemahaman dan menggali aspirasi di kalangan jamaah, maka Penyelenggara Haji dan Umrah Kabupaten Badung beserta staff seizing Kepala Kantor melakukan Sosialisasi secara Door to Door menemui jamaah haji di wilayah Kabupaten Badung. Dalam sosialisasi tersebut PHU memberikan keterangan yang lebih jelas dan rinci tentang alasan Pemerintah membatalkan keberangkatan jamaah haji pada tahun ini, dan juga menjelaskan tentang status jamaah sebagai jamaah lunas tunda yang akan diberangkatkan pada penyelenggaraan ibadah haji tahun depan (1442 H/2021 M).
Di ruang kerjanya H.A.Syaifulloh sebagai Penyelenggara Hajidan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung menjelaskan tentang tehnis Door to Door tersebut, yaitu dengan membuat jadwal kunjungan sesuai dengan wilayah tempat tinggal jamaah. Dalam sepekan terakhir PHU Badung telah melakukan kunjungan ke 7 wilayah di Kabupaten Badung mulai dari Perumahan Sading Kecamatan Mengwi, Masjid Jabal Nur Jimbaran, masjid Al-Fattah Taman Griya Nusadua, Kampung Bugis Tuban, Muding, Perum Dalung Permai hingga Canggu Permai.
Dalam kunjunagnnya selain sosialisasi tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji, juga dilakukan dialog interaktif dan pembagian buku paket Bimbingan Manasik Haji untuk dipelajari secara mandiri oleh jamaah haji. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah tentunya.
Dari 162 jamaah haji Badung yang melunasi dan berhak berangkat, sudah 143 orang menerima buku Bimbingan Manasik Haji, dan sisanya tinggal 19 orang lagi, itupun karena mereka saat ini sedang berada di luar Bali seperti di Raas Madura, Probolinggo, Semarang dan Jakarta yang sampai saat ini belum bisa kembali karena mengikuti aturan protokol setempat untuk tidak melakukan bepergian keluar daerah. Setelah semua jamaah mendapatkan penjelasan dari PHU mereka menerima keputusan ini dengan ihlas, sabar dan tawakkal ‘alalloh, dengan harapan semoga tetap sehat walafiyat sehingga tahun depan semua jamaah bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci Makkah.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar