Pembinaan Calon Pengantin Guna Mencegah Stunting

Pembinaan Calon Pengantin  Guna Mencegah Stunting

Mangupura, 13 september 2021, bertempat di Kec Petang, Kec.Mengwi dan Kec. Kuta Utara, Para Penyuluh Agama Hindu mendapat kesempatan untuk mengisi kegiatan Pembinaan Calon Pengantin dalam rangka mencegah Stunting yang diselenggarakan oleh UPT Dinas Pengendalian Penduduk , Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak dimasing –masing kecamatan yang dimaksud. Narasumber dalam kegiatan ini : Dari Penyuluh KB dan dari Penyuluh Agama Hindu Kankemenag Badung yang mewilayahi Kecamatan Masing-masing yakni : Kec Peteng ( I Nengah Budiantara S Sos H ), Kec Mengwi ( I Gusti Agung Istri Purwati S Sos.M.Fil.H dan Kec Kuta Utara ( Ni Nengah Rasmiati.

Para  prnyuluh agama memberikan pemahaman kepada peserta terkait remaja dalam pandangan Hindu yang intinya : Pemuda dan remaja Hindu adalah generasi muda Hindu yang sadar akankewajibannya sebagai tunas, cikal bakal penerus, penjaga, pembangun danpengembang ajaran dharma. Artinya setiap remaja atau pemuda mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sama dalam mengemban ajaran dharma. Tidak perlu dalam skala yang besar, cukuplah dalam hal-hal yang sederhana saja dulu.Salah satunya adalah bangga menjadi anak Hindu. 

Dalam agama Hindu kita mengenal Tat Tvam Asi, ajaran yang menekankan pada cinta kasih, toleransi dengan sesama,   ajaran yang selalu mengajarkan akan kedamaian. Sejarah telah menorehkan bahwa Hindu pernah menjadi agama terbesar diNusantara, dengan peradaban yang tinggi serta peninggalan kebudayaannya yang luar biasa, bahkan pada saat jaman Majapahit, Sang Patih Gajah Mada bersumpah untuk mempersatukan Nusantara, seorang guru / cendekiawan bergelar Mpu Tantular menciptakan konsep Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa, yang sampai saat ini masih digunakan sebagai pedoman bangsa Indonesia dalam memperkokoh dan mempersatukan NKRI.

Remaja dan pemuda, tidak ubahnya seperti alang alang, usia yang muda, otak dan ingatan yang tajam, serta fisik yangkuat hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Apakah itu dengan belajar sungguh-sungguh, maupun mengoptimalkan minat dan bakat yang dimiliki. Ajaran Hindu membagi tahapan kehidupan manusia menjadi empat bagian yang disebut Catur Asrama yaitu Brahmacari, Grehasta, Wanaprashta, danBhiksuka/Sanyasin.

Brahmacari adalah masa menuntut ilmu, Grehasta itu masaberumah tangga, Wanaprastha pengasingan diri sebagai wujud pengendaliandiri dari nafsu duniawi, dan Bhiksuka adalah penyerahan diri secara total untukmengamalkan ajaran agama. Nah, posisi pemuda atau remaja saat ini ada dalam fase Brahmacari Asrama, yaitu masa menuntut ilmu pengetahuan baik pengetahuan agama (spiritual), sains akademis, ketrampilan, dan sebagainya. Disamping itu tak lupa penyuluh menyampaikan Prokes 5 M +1 D mengingat pandemic belum berakhir

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar