Pendidikan Pra-Nikah Lahirkan Anak Suputra

Pendidikan Pra-Nikah Lahirkan Anak Suputra

Mangupura (31 Januari 2017), Berorientasi pada visi dan misi kementerian Agama Kab. Badung guna mewujudkan masyarakat yang cerdas, rukun dan damai berdasarkan moral, etika dan spiritual Agama dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peningkatan kualitas pelayanan terhadap umat beragama menjadi hal yang sangat penting dilakukan sesuai dengan tema HAB ke-71 “Lebih Dekat Melayani Umat” , ini terbukti dari adanya sinergitas antara berbagai unsur di Kabupaten Badung bersama Kementerian Agama dalam melaksanakan bimbingan kepada umat dalam pemahaman agama.

 Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun WHDI propinsi Bali ke-29 di kabupaten Badung Tahun 2017, Ka.Kankemenag Kab. Badung diundang sebagai Narasumber dalam acara kegiatan sosialisasi Pendidikan Pranikah kepada Sekaa Teruna Teruni se-Kab. Badung dengan materi Pendidikan Pranikah menuju anak suputra yang dihadiri oleh 200 orang Teruna Truni dan anggota WHDI kab. Badung hadir juga ibu wakil Bupati dan Ibu Sekda.

 Dengan gayanya yang khas Ka.Kankemenag Kab. Badung memaparkan materi berdasarkan sumber sastra agama dengan sangat jelas dan aplikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta khususnya generasi muda mulai tahapan kehidupan yang harus dilalui dalam catur asrama yaitu, Brahmacari, Grehasta, Wanaprasta dan Sanyasin yang paling menarik pada saat pak kepala menyampaikan ala ayuning pertemuan suami istri berdasarkan Wariga Grinting kalau dijawa buku primbon jawa. Antusias peserta sangat terlihat dari rasa ingin tau tentang pendidikan pranikah tersebut dari sudut pandang agama Hindu sehingga muncul berbagai banyak pertanyaan tentang materi yang disampaikan antara lain “makna dari upacara magedong-gedongan, carun dewasa pada saat pelaksanaan pernikahan tidak pada hari baik dll. Ka.Kankemenag Kab. Badung menjawab semua pertanyaan dengan sangat mudah dan gamblang karena sudah terbiasa sebagai penceramah dan didukung oleh refrensi berupa lontar sebagai sumber sastra agama. Sehingga muncul kata nyeleneh dari peserta” oh keto ee mare Nawang “ (oh begitu ya baru tau ) (urah)

 

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar