Ka. Kan. Kemenag. Kab. Badung Menghadiri Diksa Pariksa Di Geria Simpangan Gulingan Mengwi

Ka. Kan. Kemenag. Kab. Badung Menghadiri Diksa Pariksa  Di Geria Simpangan Gulingan Mengwi Gb atas, Ka.Kan.Kemenag Badung bersama ketua PHDI Kab.Badung, dan sang Diksita Gb bawah, undangan yang hadir

(Mangupura ,jumat,3 Februari 2017), Kepala kantor Kementerian agama kab.badung pada hari Kamis,2 Februari 2017 menghadiri Diksa pariksa memenuhi undangan dari Griya Simpangan Gulingan Mengwi, upacara ini dihadiri pula oleh para Sulinggih pasemetonan Geria Gulingan, Dinas Kebudayaan Kab. Badung, PHDI Kab. Badung, camat Mengwi, Perbekel  Gulingan , MMDP Badung,serta  semeton dan sisia Geria Simpangan Gulingan Mengwi. nama dari sang Diksita adalah Ida bagus Gde Kartika Manuaba yang merupakan pensiunan PNS Kepala  Kanwil Ditjen Perbendaharaan Denpasar  tahun 2013, Istri Beliau bernama Luh Putu Respini

( Jero Arsa) pensiunan pegawai Kementerian Keuangan Denpasar th 2013.

Yang menjadi Guru Nabe adalah Ida Pedanda Putra Pemaron Sideman dari Geria Sideman Gulingan, sedangkan Guru waktra dan Guru Saksi  adalah Ida Pedanda Istri Gede Sindhu  dari Geria  Sideman Gulingan.

Tujuan dari diksa pariksa ini adalah untuk memastikan bahwa calon sulinggih sudah mantap lahir bathin untuk menjadi Sulinggih, serta  memahami sesana , tugas dan kewajiban menjadi seorang sulinggih, serta pantangan-pantangan yang harus dihindari  sehingga dari pihak pemerintah dan Parisada bisa mengeluarkan ijin pediksan.

Didalam Yajur Weda XX.25 disebutkan:

“ Dengan melakukan brata seseorang memperoleh diksa

   Dengan melakukan diksa seseorang memperoleh daksina

   Dengan daksina seseorang memperoleh sraddha

   Dengan sraddha seseorang memperoleh satya”.

Dengan demikian seorang diksita  dituntut untuk melakukan brata atau pengendalian hawa nafsu, dengan pengendalian hawa nafsunya ini diharapkan nantinya dapat menjalankan sesana-sesananya sebagai seorang sulinggih.

Diksa bukan sekedar upacara perubahan status ( inisiasi )  dari walaka menjadi sulinggih, melainkan dalam proses upacara tersebut terkandung makna yang mendalam mengenai hubungan bathin antara guru nabe dengan sisya/calon diksita, hal ini terlihat saat menerima ajaran suci Weda untuk bisa nantinya menjadi Guruloka dan Ngalokapalasraya di masyarakat.

Upacara berlangsung dengan lancar dan khidmat, untuk selanjutnya upacara Pediksan akan diselenggarakan pada  hari kamis, 16 Februari 2017, pukul 11 Wita. ( Gungti,Pokjaluh)

 

 

 

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar