Ka. Kan Kemenag Kab. Badung Road Show Sosialisasikan Makna Hari Suci Nyepi

Ka. Kan Kemenag Kab. Badung Road Show Sosialisasikan Makna Hari Suci Nyepi

(Mangupura, 2-3-2017), Bagi Masyarakat Badung, Bapak I Nyoman Arya, S.Ag.,M.Pd.H sudah tidak asing lagi. Beliau selain dikenal sebagai Ka.Kankemenag Kab.Badung juga dikenal sebagai figur yang sering tampil di media disamping memang Beliau sangat dekat dengan umat. Untuk itulah masyarakat di lingkungan Kertha Pascima menyambut hangat kehadiran Beliau pada hari Kamis tanggal, 2 Maret 2017. Dalam melaksanakan pelayanan kepada umat Ka.Kankemenag Kab.Badung mempunyai komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan visi dan misi kementerian Agama dibidang pelayanan kepada masyarakat, walaupun sedang mengikuti kegiatan penyusunan buku di b hotel jl. Iman Bonjol Denpasar serta rapat koordinasi persiapan  kehadiran Menteri Agama di Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali, Beliau tetap bisa meluangkan waktu bertemu umat untuk memberikan Dharmawecana kepada masyarakat dengan tema “Hari Suci Nyepi” di Lingkungan Kertha Pascima, Kelurahan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Pada acara tersebut dihadiri oleh Kepala Lingkungan (I Ketut Yudha, SH) dan Ketua PKK (Ni Nengah Sutarini, SH) serta Penyuluh PNS dan Non PNS Kecamatan Kuta Selatan. Ka.Kankemenag Kab.Badung memaparkan dalam beragama di Bali, idialnya mengedepankan kepleksibelan, sehingga hal-hal yang praktis dapat diminimalisir guna mencapai yadnya yang satwika. Bapak Ka.Kankemenag Kab.Badung dengan gamblang dan lugas memaparkan Hari Suci Nyepi  dikupas mulai dari sejarah Hari Suci Nyepi dan adanya tahun saka sebagai peringatan terhadap penobatan Raja Kaniska I. Rangkaian pelaksanaan Hari Suci Nyepi diawali dengan prosesi melasti dengan merujuk pada Lontar Aji Swamandala yang menyebutkan “Melasti Ngarania ngiring prawatek Dewata, anganyutaken laraning jagat, papa klesa, letuhing bhuana” dan  Lontar Sundarigama “melasti ngarania ngamet sarining amerta kamandalu ring telanging segara” sehingga saat pelaksanaan melasti dapat berjalan dengan baik disertai dengan perenungan makna dari upacara pemelastian. Pada saat pengrupukan dalam melaksanakan upacara Bhuta Yadnya dengan merujuk  pada Lontar Agastya parwa “yadnya ngarania taur muang kapujan ring tuwuh” Bhuta Yadnya adalah mengembalikan dan  melestarikan tumbuh tumbuhan. Juga dijelaskan bahwa pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya dari tingkat propinsi, kabupaten, kecamatan, desa, banjar dan pelaksanaan dirumah masing-masing. Saat Nyepi (sipeng) melaksanakan Catur Berata Penyepian  (Amati Gni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan)  yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehingga selalu ada perubahan kehidupan kearah yang lebih baik. Untuk menjaga keharmonisan antar individu maupun kelompok dapat dilaksanakan pada ngembak nyepi dengan saling mengunjungi saudara pamili, teman, Secara seremonial dilaksanakan dengan mengadakan Dharma Santi sebagai akhir dari rangkaian Hari Suci Nyepi.(Penyuluh).

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar