Menyambut Tahun Baru Caka 1939 Ka.KanKemenag dan Penyuluh Gencarkan BP

Menyambut Tahun Baru Caka 1939 Ka.KanKemenag dan Penyuluh Gencarkan BP Gb kiri. Ka.Kan.Kemenag memberikan Dharma Wacana di Cemagi. Gb kanan, PAH Kec. Mengwi melaksanakan BP di Anggungan

(Mangupura,Senin,6-3-2017), Dalam rangka menyambut Tahun Baru ?aka 1939,Ka.Kankemenag Badung (I Nyoman Arya,S.Ag,M.Pd.H) bersama Penyuluh Agama Hindu Kab.Badung  gencar melakukan Bimbingan Penyuluhan  ke masyarakat selain untuk mensosialisasikan Seruan bersama Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Kab.Badung tahun 2017, juga untuk meningkatkan srada dan bakti umat agar lebih mantap melaksanakan prosesi  upacara menyambut hari raya Nyepi  dan  Catur Brata Penyepian. Sebagaimana yang berlangsung pada  hari Minggu, 5-3-2017, mulai pukul 13. 00 Ka.kan.Kemenag memberikan Dharma wacana kepada tokoh-tokoh di desa Cemagi, Kec. Mengwi didampingi oleh PAH Kec. Mengwi, pada malam hari pukul 19.00 wita  PAH Kec. Mengwi ( I Gst Ag Istri Purwati)  melaksanakan BP di Desa Anggungan Kec.Mengwi.  

Adapun materi yang disampaikan mengenai makna prosesi Upacara Nyepi, dimulai dari kegiatan Mekiyis/melis atau melasti, jika dilihat dari arti kata, ketiganya memiliki tujuan yang sama yaitu penyucian, mekiyis berarti beriringan melis berarti penyucian, dan Melasti berarti  tepi laut, itulah sebabnya mengapa kegiatan melasti lebih banyak dilaksanaka di tepi laut, bila dikaitkan dengan ceritra perputaran gunung Mandara Giri disebutkan bahwa tirta Amerta berada di tengah laut. Laut sebagai tempat untuk melepaskan segala kekotoran dunia dan sekaligus tempat Tirta amerta sebagaimana disebutka dalam lontar Aji Swamandala. Selanjutnya Pralinggan Ida Bhatara beserta Tirta Amerta akan dibawa ke Bale Agung karena disanalah tempat pertemuan para Dewa, sekaligus  stana Dewa Brahma sebagai pencipta, setelah Ida Bhatara mewali maka di masing-masing rumah melaksanakan pengrupukan dimulai dengan byakaon prayascita, mecaru, lalu sembahyang di merajan, baru dilanjutkan dengan pengrupukan di rumah masing-masing terlebih dahulu sebelum mengarak ogoh-ogoh keliling desa. Keesokan harinya dilaksanakan catur brata penyepian yaitu amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan.

Para peserta mengikuti dengan antusias walaupun di Cemagi sangat panas  namun tidak menyurutkan keinginan mereka untuk datang dan mendengarkan Dharma wacana dari Ka.Kan.Kemenag Badung. ( Gungti,Pokjaluh)  

 

 

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar