Sosialisasi Pelaksanaanhari Suci Nyepi Tahun Caka 1939

Sosialisasi  Pelaksanaanhari Suci Nyepi  Tahun Caka 1939

(Mangupura), Minggu, 5 Maret 2017,  PAH PNS dan Non PNS Kankemenag.Kab.Badung dengan gencar melayani umat agar lebih dekat dengan umat guna mensosialisasikan Seruan Bersama hari Suci Nyepi dengan harapan masyarakat dapat lebih memahami ajaran agamanya sendiri.

Kelian Dinas Banjar Muding Mekar ( INyoman Maredangga ), Kelurahan Kerobokan Kaja menghadirkan peserta PKK yang terdiri dari multi agama ( Hindu, Islam dan Kristen ) yang bertempat di Balai Banjar Muding Mekar. Kegiatan tersebut dimulai pkl.17.00 Wita yang diawali dengan doa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Penyuluh selaku Narasumber ( Ni Nengah Rasmiati ) memaparkan materi “ Sosialisasi Pelaksanaan Hari Suci Nyepi ?aka 1939” yang jatuh pada hari Selasa, 28 Maret 2017. Rangkaian pelaksanaan hari suci Nyepi diawali dengan Melasti/ Melis / Mekiyispenyuluhmenekankanumat Hindu dapatmemahamitujuanMelasti. Melasti dalam lontar Sanghyang Aji Swa Mandala disebutkan : anganyutakenlaraningjagat, papa, klesaletuhing bhuwana, yang maksudnya melenyapkan penderitaan, melepaskan kepapaan dan kekotoran alam (bhuanaagung dan bhuana alit). Melasti dilaksanakan di laut, klebutan / sumber air dan campuhan yang dipandang suci oleh umat Hindu karena sumber air (laut) merupakan tempat yang diyakini dapat melebur segala leteh tersebut dan sebagai sumber amerta untuk menyambung kehidupan dialam semestaini. Nyepi adalah momen untuk introfeksi diri, waktu untuk mengistirahatkan segala kegiatan sehingga suasana hening dapat terwujud, disamping itu dalam Nyepi dapat mengurangi pencemaran oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Diakhir materinya penyuluh menyampaikan seruan bersama Majelis-Majelis Agama dan Keagamaan Kab.Badung Tahun 2017 tentang pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun ?aka 1939, umat lainnya dimohon secara bersama – sama menjaga dan menghormati pelaksanaan hari Suci Nyepi. JikaumattelahdapatmemahamidanmelaksanakandenganbaikHariSuciNyepitersebut,  maka tidak perlu ada Pecalang lagi yang menjaga wilayahnya.( Penyuluh)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar