Nyepi Sebagai Ajang mulat Sarira

Nyepi Sebagai Ajang  mulat Sarira Penyuluh sedang memaparkan materi didampingi oleh prajuru Desa Adat dan Dinas Desa Dalung

(Mangupura), Kegiatan bimbingan penyuluhan agama oleh PAH PNS dan Non PNS dilaksanakan di Banjar Cepaka Desa Dalung pada malam hari Senin, 6 Maret 2017 dengan peserta adalah PKK banjar Cepaka dan hadir pula Bendesa Adat Dalung dan Kaur.Kesra Desa Dalung. Penyuluh memaparkan materi        dengan santai yakni Pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Hari Suci Nyepi adalah hari raya pergantian tahun ?aka (Içakawarsa) yang dirayakan setiap setahun sekali yang jatuh sehari sesudah tileming kesanga pada penanggal 1 sasih ke-Dasa. Nyepi memiliki filosofi dimana umat Hindu memohon kepada Tuhan, Ida Shang Hyang Widhi Wasa, untuk melakukan penyucian Bhuana Alit (sarira manusia ) dan Bhuana Agung ( Alam dan seluruh isinya). Nyepi mengandung arti sipeng/ sepi atau sunyi, dan dirayakan setiap 1 tahun ?aka. Pada saat Nyepi hendaknya melaksanakan Catur Brata Penyepian ( Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, Amati Lelanguan ) tidak melakukan aktifitas seperti pada umumnya, seperti keluwar rumah , menyalakan lampu, bekerja dan sebagainya. Tujuanya adalah agar tercipta suasana hening,  sepi dari semua nafsu atau keserakahan sifat manusia untuk menyucikan Bhuana Agung ( Alam semesta ) dan Bhuana Alit (Manusia). Hari Suci Nyepi memiliki beberapa tahapan yang dimulai dari Upacara Melasti, Mecaru, Pengerupukan, puncak Hari Raya Nyepi itu sendiri dan terakhir disebut Ngembak Geni. Upacara Melasti atau biasa disebut Melis /Melasti / Mekiyis. Pada hari itu segala sesuatu atau sarana persembahyangan di pura dibawa kelaut untuk disucikan. Pada saat Melasti, berbagai Pratima / Pralingga  atau benda yang disakralkan dan dikeramatkan akan disucikan dengan cara dibawa kelaut. Melasti adalah nganyudang malaning gumi ngamet Tirta Amerta. Menghanyutkan kekotoran bhuana agung dan bhuana Alit dan mengambil air kehidupan. Segara (laut) dianggap sebagai sumber Tirta Amertha (Dewa Ruci, Pemuteran Mandagiri). Mengakhiri materinya penyuluh berpesan dan mengajak peserta agar hari Suci Nyepi sebagai ajang mulat sarira.( Penyuluh)

 

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar