Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Menilik Peran Strategis Pecalang dalam Menjaga Kesucian Nyepi di Desa Adat Werdi Buana

Menilik Peran Strategis Pecalang dalam Menjaga Kesucian Nyepi di Desa Adat Werdi Buana

Mangupura, 10 Maret 2026

Dalam upaya memperkokoh ketahanan adat dan budaya menyambut hari suci Nyepi Tahun Caka 1948, Desa Adat Werdi Buana menggelar kegiatan pembinaan bagi satuan Pecalang setempat. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Penyuluh Agama Hindu, I Gusti Agung Istri Purwati, yang memberikan pendalaman mengenai fungsi strategis Pecalang sebagai garda terdepan penjaga tatanan kehidupan masyarakat Hindu di Bali.

Dalam pemaparannya, I Gusti Agung Istri Purwati menekankan bahwa peran Pecalang melampaui sekadar fungsi pengamanan fisik. Pecalang merupakan representasi dari nilai-nilai luhur adat yang berfungsi menjaga kesucian pelaksanaan nyepi. 

Pembinaan ini secara khusus menyoroti beberapa poin penting mengenai peran Pecalang saat hari raya Nyepi, di antaranya:

- Pengamanan Rangkaian Upacara, Mengawal jalannya prosesi Melasti dan Pengerupukan (pawai ogoh-ogoh) agar tetap tertib dan sesuai dengan tatanan sastra agama.

- Penegakan Catur Brata Penyepian, Memastikan wilayah desa adat tetap kondusif selama masa Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelunganan, dan Amati Lelanguan.

- Harmonisasi Sosial, Bertindak sebagai mediator yang humanis namun tegas dalam menjaga ketenangan di lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para anggota Pecalang di Desa Adat Werdi Buana semakin memahami jati diri mereka sebagai bagian dari kearifan lokal Bali yang unik. Dengan pemahaman yang kuat terhadap aspek religius dan kultural, Pecalang dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab demi ajegnya tradisi di tanah Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Badung.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar