Doa bagi Pahlawan dari Guru Madrasah

Doa bagi Pahlawan dari Guru Madrasah 350 guru Madrasah Diniyah (MADIN) dan Ustad Taman Pendidikan Quran (TPQ) dengan penggerak PERGUNU (Persatuan Guru Nahdhatul Ulama) menyelenggarakan doa bersama guna kedamaian bangsa dan negara

Kuta, 17 November 2018 - Bertempat di Room Sun Boutiqe Hotel Sunset Road Kuta, 350 guru Madrasah Diniyah (MADIN) dan Ustad Taman Pendidikan Quran (TPQ)  dengan penggerak PERGUNU (Persatuan Guru Nahdhatul Ulama) menyelenggarakan doa bersama guna kedamaian bangsa dan negara, acara yang rencana dihadiri Bupati telah dimulai sejak pukul 19.00 wita dengan agenda pra acara Istighosah dan pembacaan doa-doa bagi pahlawan dan pemimipin bangsa dengan imam oleh KH Anwar Hamid, selang beberapa menit datang romongan Pejabat di lingkungan Pemerintah Badung yang di komandani Kepala Dinas Sosial a.n Bupati diapit pejabat lainnya termasuk Kapolres Dandim dan Pejabat eselon 2/3 di Pemerintah Kab. Badung.

Sambutan Pengurus PERGUNU Kab. Badung saudara Ispandi, SH menitik beratkan pertemuan ini adalah ingin silaturrahmi dan memperkenalkan diri antara pengurus PERGUNU dengah jajaran pemerintah  Kab. Badung sekaligus memberikan masukan dengan pemerintah tentang ke depan program PERGUNU yang memfokuskan program muatan local tentang keamanan dan pembanguanan karakter masyarakat Badung melalaui pendidikan di Madin, dan TPQ. Sementara dalam sambutan Bupati yang diwakili Kepala Dinas Sosisal Drs. I Kerta Sukardania menekankan tentang pelajaran dan nilai nilai kepahlawanan yang mulai luntur  dan dilupakan oleh karenanya kami mengapresiasi acara ini agar ke depan bangsa kita semakin besar karena menghormati jasa pahlawan juga terima kasih atas perhataian PERGUNU kendati baru umur 2 tahun namun kiranya sudah dapat kita rasakan bersama,  untuk  keluhan tentang biaya hidup para guru ngaji dan para kyai yang di curhatkan oleh Ketua PERGUNU tadi akan kami bahas di pemerintahan Kab. Badung karena kita masyarakat Badung berhak mendapat hidup dan kehidupan yang layak, untuk itu kordinasi dengan Kementerian Agama dan Dewan untuk duduk bersama memikirkan nasib Ustad dan guru Madin/TPQ.

Sebelum berakhir acara, dilanjutkan dengan diskusi panel yang dipandu oleh Bang Haji Eki (mbah Koin)  dengan narasumber dari DPRD (Wayan Mendra), I Dt Sudiarsa SH, juga cucu pahlawan Revolusi I Gusti Ngurah Rai bernama  Indah dan H Wartha dari Tokoh NU, yang menarik dari cucu I Gusti Ngurah Rai adalah pesan dari Gusti Ngurah Rai yaitu saat pamit istri mau berjuang melawan Belanda di Margarana, beliau berpesan “Ibu tolong jaga anak-anak saya mau berjuang jika menang saya dapat bintang namun jika saya gugur besok keluarga yang menerima bintang” dan juga dari narasumber yang lain. Acara diakhiri dengan Foto bersama dan ramah tamah

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar