Rakor Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Prov Bali

Rakor Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Prov Bali

Untuk menyamakan persepsi pelaksanaan kegiatan anggaran DIPA tahun 2019, Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Prov. Bali hari Selasa tanggal 19 Pebruari 2019 melaksanakan Rapat Koordinasi Program Anggaran Bidang Bimas Islam tahun 2019 bertempat di ruang Kepala Bidang Bimas Islam dengan peserta para Kepala Seksi dijajaran Bidang Bimas Islam dan Kasi Bimas Islam Kabupaten/Kota se Provinsi Bali. Sebelum acara rapat koordinasi dimulai, bertempat di ruang Ka. Kanwil seluruh pejabat pada Satker Bidang Bimas Islam dan seluruh Kasi Bimas Islam Kab/Bota se Bali mendapat wejangan bapak Ka. Kanwil tentang : Dalam situasi perpolitikan saat ini, agar sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) untuk tetap menjaga netralitas dan bias membawa situasi yang sejuk ditengah-tengah masyarakat dan Kita harus bersyukur sebagai ASN Kementerian Agama yang mana kita memposisikan diri di tengah-tengah, hal ini mempunyai makna yang bisa diibaratkan jika kita berada di sebelah timur maka kita tidak bias melihat yang berada dibagian barat demikian pula sebaliknya, namun jika kita berada di tengah-tengah kita bisa melihat arah mana saja. Selanjutnya acara Rakor dimulai dan dipandu langsung oleh Kepala Bidang Bimas Islam, dalam paparannya Kepala Bidang Bimas Islam menyampaikan berbagai hal, antara lain ; (1) Sebagai pejabat, kita harus memposisikan bagaikan samudra yang luas, artinya kita dituntut memiliki wawasan keilmuan yang luas dan luwes pada era millennial saat ini. Mengutip kalimat dari bapak Meneteri Agama “Sebagai pejabat jangan suka mengeluh, pejabat itu ditugaskan untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat”.(2) Sebagai pemimpin harus bisa mempengaruhi bawahan dalam arti pemimpin dituntut memiliki kemampuam dan keilmuan yang lebih, termasuk dalam hal melaksanakan ibadah maka sebagai pemimpin ibadahnya harus lebih lebih jika disbanding bawahannya, sehingga akan dicontoh oleh bawahannya. (3) Sebagai aparat di Kementerian Agama, pada zaman millennial saat ini harus mampu mengidentifikasi permasalahan di biadang agama, contohnya : Masyarakat saat ini dalam belajar ilmu agama banyak yang mencari rujukan atau sumber pada internet, mereka belajar bukan karena ingin menjadi Ulama/Da’I, namun semata-mata ingin mendapatkan solusi/jawaban yang cepat. Padahal untuk paham keagamaan yang sumbernya dari internet belum tentu baik dan benar, maka sebagai ASN kita dituntut untuk peka dalam hal semacam ini. (4) Terkait dengan kegiatan anggaran yang sudah pada diterima, agar dicermati dan dalam program kegiatan tersebut mengacu terhadap 3 (tiga) Mantra dalam membangun mederasi beragama bagian dari program unggulan Kementerian Agama.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar