(Kankemenag Kab. Bangli) - Kamis, 14 Mei 2015 Kasi Urusan Agama Hindu I Dewa Nyoman Polos, S.Ag mewakili kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bangli dalam acara Pembinaan Mental Umat Hindu terkait pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-94 di Kab.Bangli yang berlokasi di Desa Pengiangan Kec. Susut Bangli. Dalam Pembinaan dimaksud yang dihadiri ± 100 orang peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, tokoh Agama, dan tokoh adat sepedesaan Pengiangan.Dalam kesempatan itu Kasi Urusan Agama Hidu menyampaikan terimakasih dan salut atas dilaksanakanya Program TMMD yang mengambil lokasi di Kab. Bangli, hal ini sebagai wujud kemanunggalan aparat pemerintah bersama-sama masyarakat saling bantu-membantu dengan sistem gotong-royong untuk mendukung kesuksesan pembangunan desa demi terwujudnya Bangli yang Gita Santhi berlandaskan Tri Hita Karana.
Dalam materi Pembinaannya yang bertemakan “Membangun Kehidupan Harmonis Berlandaskan Tri Hita Karana” Kasi Urusan Agama Hindu menyampaikan bahwa kehidupan yang harmonis, aman ,damai, sejuk, dan sejahtra adalah dambaan setiap orang yang hidup di bumi ini. Untuk mewujudkan kondisi ini diperlukan suatu landasan filosofi yang benar,tepat,kuat dan akurat salah satunya adalah Tri Hita Karana sebagai landasan mewujudkan keharmonisan hidup baik di bumi maupun di alam niskala. Sehinggga kehidupan bersama akan menjadi wadah setiap insan yang selalu mendambakan kesejahtraan lahir batin secara utuh dan berkesinabungan.
Dalam sastra Hindu ada disebutkan Vasu Deva Kuntumbhakam : bahwa semua manusia di dunia ini bersaudara. Maka jika dalam suatu masyarakat ada golongan yang tidak merasa bersaudara dengan golongan lainya maka kebersamaan itupun akan memendam konflik laten yang natinya menimbulkan perpecahan. Maka konsep menyama braya yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali adalah merupakan konsep yang sangat tepat dalam upaya meningkatkan keharmonisan demi terwujudnya kerukunan diantara umat kita.
Agama Hindu dengan Kitab Suci Weda sebagai sumber ajarannya mengajarkan umatnya untuk membangun diri sebagai manusia individu dan membangun dirinya sebagai mahluk sosial. Membangun diri sebagai mahluksosial, kita menyadari bahwa setiap orang yang hidup di dunia ini karena ada pihak lain yang saling berkontribusi/saling membantu dalam kehidupan ini .
Agama Hindu mengajarkan bahwa upaya manusia untuk mebangun keharmonisan hubungan dengan Tuhan adalah melalui bhakti, dengan sesama manusia melalui punia dan dengan alam lingkungan melalui asih, sehinggga konsep ajaran Asih Punia Bhakti adalah merupakan ajaran Hindu dalam upaya mewujudkan keharmonisan dan keseimbangan dalam hidup ini. Dan dalam aplikasinya sesuai tradisi Agama Hindu di Bali dituangkan dalam bentuk simbol sebagai sarana memuja Tuhan diantaranya ada yang dituangkan dalam bentuk banten dan simbol/nyasa yang lainya.
Banten juga merupakan visulalisasi yang melukiskan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan dengan bhakti, anatara manusia dengan manusia dengan punia dan antara manusia dengan Alam Lingkungan dengan Asih. Tiga hal itu juga dijelaskan dalam suksmaning bebantenan yang mana dalam lontar Yajnya Prakerti disebutkan bahwa sehananing bebanten pinaka raganta twi, pinaka warna rupaning Ida Bhatara, pinaka Anda Bhuwana hal ini bermakna bahwa banten sebagai simbul manusia baik lahir maupun batin, juga merupakan wujud kemahakuasaan Tuhan dan banten juga melambangkan keberadaan isi alam semesta ini. Dari itu tergambar bahwa banten adalah sebagai sarana untuk mewujudkan nilai dan makna suatu Yajnya sebagai landasan bagi kita selaku manusia percaya dan bhakti kepada Tuhan, mengabdi dengan sesama manusia dan untuk kesejahtraan alam.
Diera globalisasi ini memang banyak kemajuan namun disisi lain banyak pula hambatan dan tantangan yang mesti kita waspadai terutama hambatan, tantangan dan gangguan yang dapat merusak,memecah belah keharmonisan dan kerukunan hidup kita selaku umat beragama. Ini pentingnya kita selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh baik yang datang dari luar maupun dari dalam dengan jalan selalu meningkatkan kecerdasan baik kecerdasan intlektual,sprituan,emosional maupun kecerdasan sosial. Demikian beberapa poin yang disampaikan dalam pembinaan mental dimaksud hadir pula dalam acara tersebut Kepala Desa Pengiangan, Babinsa Desa Pengiangan, Danramil Susut, unsur KODIM 1626 Bangli serta dari Kasi pada Bidang Urusan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali. (pls)
Informasi Penting
-
- 15:10 WITA
- 21 Peb 2025
- Bangli
-
- 22:08 WITA
- 19 Mar 2024
- Bangli
-
- 10:11 WITA
- 13 Mar 2024
- Bangli
-
- 10:01 WITA
- 13 Mar 2024
- Bangli
-
- 09:49 WITA
- 13 Mar 2024
- Bangli
Lihat Informasi lainnyaSeruan Bersama Tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1947
SE GUBERNUR TERKAIT KARYA IDA BHATARA TURUN KABEH DI PURA AGUNG BESAKIH
JADWAL IMSAKIYAH 1445 H PROVINSI BALI
PETUNJUK TEKNIS TANDA DAFTAR LEMBAGA AGAMA DAN KEAGAMAAN/YAYASAN KEAGAMAAN HINDU DAN TEMPAT IBADAH AGAMA HINDU
SE Menteri Agama RI Nomor SE. 1 Tahun 2024 Tentang Ramadhan - Idul Fitri