Berita

ASN Jangan Terjebak dalam Rutinitas Tapi Harus Mampu Memberikan Perubahan

123 dilihat

(Inmas Bali) Pembinaan Mental Pegawai Bidang Pendidikan Islam terasa beda tahun ini, hal ini karena kehadiran Menteri Agama RI Bapak Lukman Hakim Saifudin beserta Ibu Trisna Willy Lukman Hakim Saifudin, dan Bapak Irjen Kementerian Agama RI Bapak Prof. Dr. M. Nur Kholis Setiawan pada hari Minggu 24 September 2017 bertempat di Kebun Raya Bedugul Kab. Tabanan Bali.

“Tidak ada didunia ini yang tetap semua berubah dan hanya satu yang tetap yaitu peruahan itu sendiri” ujar Menag dalam arahannya. Perubahan bisa kearah lebih baik dan bisa kearah tidak baik tetapi ada juga perubahan yang jalan ditempat. Namun, dalam ajaran agama menag menyampaikan perubahan meskipun bergerak ditempat itu tidak baik, karena ajaran agama jelas mengajarkan hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin. Karenanya dalam momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 Hijriyah Menag mengajak ASN Kementerian Agama untuk melakukan perubahan ke arah lebih baik.

“Penyakit birokrasi dinegara manapun sama saja tidak khas Indonesia, penyakitnya adalah kita terjebak, terbelenggu, tersandera dengan rutinitas” tutur Menag. “Maka inovasi itu penting” ujar Menag, “Kita tidak selamanya di Kementerian Agama pada saatnya nanti akan meninggalkan kementerian Agama, saya ingin titip sebelum waktunya tiba, sebelum kita meninggalkan Kementerian Agama tercinta lakukanlah perubahan yang positif, tinggalkan warisan yang baik sebagaimana pendahulu kita mewariskan yang baik-baik yang sekarang kita nikmati, mari kita lakukan inovasi” pesan Menag.  

Mengamati kehidupan ini bahwa setiap detiknya selalu terjadi perubahan begitu juga dalam tatanan kepemerintahan. Saat ini Kementerian Agama menggalakkan program Pelayanan Terpatu Satu Pintu (PTSP). PTSP menjadi inovasi dan sebagai sebagai jawaban akan perubahan yang diberikan oleh Kementerian Agama terhadap transparansi dan pelayanan prima kepada masyarakat. Selain itu menjawab tantangan perubahan teknologi Kementerian Agama juga melakukan berbagai pelayanan secara online yang dapat diakses mudah dan cepat oleh masyarakat. Hal ini untuk menghindari fitnah. Menag juga menyampaikan pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI segala bentuk transaksi keuangan yang menyangkut ASN seperti pembayaran honor dilakukan secara non tunai.

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi Kanwil pertama yang telah membentuk PTSP, Menag mengharapkan Kanwil-Kanwil lain mampu membentuk PTSP juga agar mampu memberikan pelayanan dan cepat dan transparan kepada masyarakat. Kehadiran Menag ini juga disambut antusias oleh selurh pegawai Kementerian Agama, arahan beliau juga dirasa sebagai angina segar bagi kami untuk dapat melakukan perubahan.(sn)


Galeri Foto