Berita

Kakanwil Kemenag Provinsi Bali Isra Mi’raj di Istana Bogor

25 dilihat
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra,S.Pd,M.Ag bersama Istri Ni Ketut Suarni menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kenegaraan di Istana Bogor, Selasa (10/4) sore

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra,S.Pd,M.Ag bersama Istri Ni Ketut Suarni menghadiri peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kenegaraan di Istana Bogor, Selasa (10/4) sore.

Acara itu dimulai sekitar pukul 16.40 WIB dipusatkan di ruang Garuda Istana Negara Bogor. Acara dihadiri sejumlah menteri dan kepala lembaga negara antara lain Ketua DPR Bambang Soesatyo, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Mulyono, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur serta sejumlah duta besar negara sahabat.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dalam sambutan mengatakan peristiwa Isra Mi’raj adalah sesuatu yang harus diimani atau dipercayai dan pembenarannya dengan hati. “Kebenaran agama tidak selamanya harus sesuai akal karena terkadang akal manusia belum mampu menjangkaunya, seperti perjalanan Rasulullah dalam peristiwa Isra Mi’raj ini,”ucap Menag. 

Pada kesempatan itu, Menag juga mengajak hadiri memaknai peringatan Isra Mi'raj dengan menumbuhkan sikap toleran sehingga kemajemukan yang dimiliki bangsa ini akan terus terjaga baik.

Sementara Presiden RI, Joko Widodo dalam sambutan mengatakan rutinitas peringatan Isra Mi’raj harus mendorong masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan terus meningkatkan kualitas hidup baik dari sisi ekonomi, kewibawaan negara dan kepemimpinan Indonesia di negara-negara muslim.

Karena itu, lanjut Presiden, pemerintah terus berusaha keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menuntaskan kemiskinan, meningkatkan pemerataan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi umat. 

“Kita bangun infrastruktur di seluruh tanah air, listrik, jalan, jembatan, pelabuhan, bandara di seluruh pelosok Indonesia. Kita perbaiki akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan serta pelayanan lain dalam rangka untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Sehingga kita betul-betul bisa menerjemahkan makna Isra Mi’raj ini,”ucapnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar setiap peringatan kenaikan Rasulullah ke Sidratulmuntaha akan berdampak pada peningkatan semangat semua umat muslim dan masyarkat untuk terus berjuang dengan hati yang tulus dan ikhlas, dengan niat baik dan pikiran yang jernih menaikkan derajat bangsa, derajat umat muslim Indonesia.

Sedangkan Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Ahmad Khairuddin dalam tausiah mengatakan, peristiwa  Isra’ Mi’raj dapat dijadikan sebagai momentum membina karakter bangsa, karena perjalanan Nabi Muhammad Saw itu diawali dengan pensucian jiwa (Tazkiyatun Nafs) dengan bekal Iman, Ilmu, dan Akhlaq untuk menjadi pemimpin yang dapat membawa rahmat bagi dunia.

“Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, hendaknya dijadikan momentum pembinaan karakter bangsa,” ucapnya.