Berita

Kebohongan Yang Dibenarkan

384 dilihat


(Kankemenag, Kab. Tabanan) Manusia pada dasarnya adalah makhuk Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainnya karena memiliki kelebihan idep (pikiran). Melalui pikiran inilah manusia dapat menimbang kebaikan dan keburukan (wiweka jnana). Meski demikian, tak selamanya manusia bisa berfikir, berkata, dan berlaku yang elok karena dipengaruhi unsur Tri Guna Tattwa (Satwam, Rajas, dan Tamas).  Utamanya dalam perkataan, hakikatnya agama Hindu itu sendiri memposisikan kejujuran (satya) amat diutamakan dalam kehidupan. Tetapi nyatanya, ada lima kebohongan yang dibenarkan dan tidak berdosa dalam Agama Hindu yang disebut dengan Panca Nrta. Hal ini disampaikan oleh Pokjaluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Tabanan dalam acara Mimbar Agama Hindu TVRI Bali, pada tanggal 19 April 2017 dalam acara tersebut, jelas sekali disampaikan bahwa kebohongan ternyata diperlukan dalam suatu situasi dan kondisi tertentu yang bertujuan untuk kemuliaan dan keharmonisan hidup. Kebohongan tersebut disebutkan dalam Kitab Slokantara, antara lain Berbohong kepada anak-anak, contohnya tidak boleh menduduki bantal dengan pantat nanti bisa bisulan, bisulan secara logika dan ilmu kedokteran tidak ada orang dengan menduduki bantal akan mengalami bisul , bisul itu ada karena bakteri. Ini dilakukan oleh orang yang lebih tua supaya anak kecil itu bisa menjaga sopan santunnya, Berbohong dalam berdagang, contohnya:  untuk memperoleh penghasilan dengan mendapatkan untung atau laba seorang pedagang di hitung dari harga pokok di tambah biaya transport dan ongkos turun naik mesti melakukan perbuatan berbohong bila menggunakan harga pokok pasti pedagang tersebut tidak mendapatkan apa-apa bahkan merugi dan tidak bisa menghidupi keluarganya. Maka dalam hal ini berbohong diperbolehkan, Berbohong kepada musuh, contohnya : di dalam medan perang untuk menyelamatkan jiwa banyak orang di dalam perang kita mesti berbohong seperti yang di lakukan oleh Yudhistira yang di perintahkan oleh Sri Kresna penjelmaan Dewa Wisnu. Berbohong kepada pasangan, contohnya : berbohong kepada pasangan ini di perbolehkan untuk menjaga keharmonisan di dalam rumah tangga, contohnya saat istri sedang membuat masakan untuk suaminya supaya hubungan dalam rumah tangga tersebut harmonis seorang suami harus berbohong dan memuji masakan sang istri padahal masakan istri sangatlah tidak enak kebanyakan garam, dan berbohong kepada orang sakit, contohnya, kepada orang sakit ini di perbolehkan untuk kepentingan dirinya, bahkan di dalam ilmu kedokteran juga ada karena bila si penderita mengetahui sakitnya bisa-bisa dia terlalu memikirkannya dan hormon yang ada di kepala membuat dia mengalami stres dan malah bisa bertambah parah. Contoh lain nya juga ketika memberikan obat kepada anak kecil kita mengatakan bahwa obat tersebut sangatlah manis seperti permen padahal obat itu pahit tapi demi anak tersebut sembuh ini boleh di lakukan (DS & AAG).