Berita

Melayani dengan Ikhlas Mewujudkan Integritas

166 dilihat
Menag RI membuka secara resmi Rakor (foto by Sania)

(Inmas Kanwil) Merupakan tindak lanjut dari rapat kerja nasional yang bekum lama ini digelar oleh Kementerian Agama RI Senin, 19 Februari 2018 yang bertempat di Harris Hotel dan Residences Sunset Road Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar Rapat Koordinasi Kantor Wilayah Kemeterian Agama Provinsi Bali. Menteri Agama RI Bapak Lukman Hakim Saifudin membuka secara resmi Rapat Koordinsai Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Tahun 2018. Rakor diikuti oleh 150 orang peserta yang terdiri dari seluruh pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Bali. Hal baru juga untuk Rakor tahun 2018 ini IHDN Denpasar dan STAHN Mpu Kuturan Singaraja menjadi peserta. Hal ini guna memperkuat koordinasi dan kerjasama satuan kerja di bawah Kementerian Agama pada provinsi Bali.

Bapak Drs. H. Khusnul Hadi, M.PdI selaku ketua panitia menyampaikan bahwa rakor ini memiliki tujuan yaitu kenetralan ASN dalam menghadapi tahun-tahun politik yang sangat rentan terjadinya konflik. Tema yang diangkat dalam rakor ini yaotu Melayani Dengan Ikhlas, Wujudkan Integritas memiliki makna bahwa Kemenag semakin diuji perannya sebagai katalisator kebhinekaan Bangsa Indonesia. Kita harus setia menebar kedamaian, terus melayani secara optimal sebagai wujud integritas dan tanggap terhadap dinamika sosial.

Menteri Agama dalam arahannya mengapresiasi inovasi dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali dalam penyampaian Lima Budaya Kerja Kementerian Agama yang tidak sekedar mengucapkan semata namun lebih memberikan penjelasan ringkas atas lima budaya kerja tersebut. Tahun 2018 ini Menag menyampaikan adalah tantangan bagi kita untuk dapat meningkatkan kinerja dan melaksanakan program-program kerja yang telah kita rancang sebelumnya. Menag juga menyampaikan agar kita tidak melaksanakan program yang itu-itu saja tetapi kita harus mampu mengimplementasikan apa makna yang ada dalam lima nilai budaya kerja.

Menag menyampaikan bahwa Kementerian Agama sejak dua tahun lalu Pelayanan Terpadu Satu Pintu menjadi unggulan di semua provinsi. Program Pelayanan terpadu Satu Pintu lebih jelas lagi Menag memaparkan bagaimana kita memanfaatkan aplikasi elektronik yang memudahkan dan mempercepat kerja kita dan membuat transparansi kinerja pada Kementerian Agama. Sehingga Menag menekankan lagi agar program pelayanan terpadu satu pintu ini harus menjadi program utama dan harus ada pada setiap Kantor Wilayah guna menghindari fitnah atas birokrasi yang memeperlambat pelayanan kepada masyarakat.(sn)