Berita

MUSDA (Musyawarah Daerah) Majelis Daerah GPdI - NTB. 11-13 Juli 2017 B Hotel Imam Bonjol Denpasar Bali

90 dilihat

MUSDA (MUSYAWARAH DAERAH)

MAJELIS DAERAH (MD) GPdI NTB – NTT TAHUN 2017

Selasa/Kamis, 11-13 JuLi 2017.

b Hotel Jl. Iman Bonjol Denpasar.

 

Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) melaksanakan Musyawarah Daerah (MUSDA) Bali – Nusa Tenggara Batar (NTB) pada tanggal 11 s/d 13 Juli 2017 yang diselenggarakan di b Hotel Jl. Iman Bonjol Denpasar. Acara pembukaan dihadiri oleh Pembimas Kristen Provinsi Bali dan Ketua serta beberapa Pengurus Majelis Pusat GPdI Jakarata.

Dibawah naungan Tema “Dengan Kekuatan Roh Kudus Kita Memasuki Dimensi Percepatan Pelayanan” (Zakaria 4:6) hendak memberikan kesadaran bagi semua pelayan Tuhan di GPdI khususnya di Pulau Bali dan Nusa Tenggara Barat supaya mengandalkan Kuasa Roh Kudus dalam melaksanakan pelayanan kepada umat. Saatnya melaju dengan cepat sebab tidak ada waktu untuk bermalas-malasan atau berjalan lambat, sungguh harus disadari bahwa kecepatan kuasa-kuasa yang ingin merobohkan iman dan menghancurkan kedamaian sungguh berpacu dengan kecepatan dan kecanggihan yang luar biasa. Para hamba Tuhan selayaknya dapat menangkal dampak yang ditimbulkan oleh maraknya kebebasan mengeluarkan pendapat, terlebih dengan med-sos (sosial media) yang susah untuk dibatasi. Ujaran kebencian tidak boleh dibalas dengan kebencian, tetapi hendaklah semua umat GPdI terlebih khusus para hamba Tuhan menjadi pembawa kesejukan di tengah gerahnya suasana sosial masyarakat. Manfaatkan kemajuan tehnologi untuk memberitakan kabar sukacita, firman keselamatan, membuat dan menciptakan ketenangan dan kerukunan, saling hormat menghormati sesama anak bangsa. Empat pilar kebangsaan yaitu: Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 1945 hendaknya dapat dipahami oleh seluruh anak bangsa dengan benar dan kiranya umat GPdI menjadi teladan dalam pemahaman dimaksud. Disamping itu melalui Musda ini pembimas mengharapakan supaya semua hamba Tuhan GPdI yang melaksanakan pelayanan di Prov. Bali untuk dapat tertib administrasi.

Uraian Khotbah dalam ibadah pembukaan sungguh menginspirasi dan mengajak agar seluruh pelayan GPdI memiliki Hati/Karakter Kristus. Bagaikan Yusuf sang anak bungsu Yakob yang harus menderita dibuang lalu dijual menjadi budak dan bahkan difitnah setelah mendapat kepercayaan di dalam Istana Potifar. Pada saat derita dialami bahkan hingga sampai ia berhasil dalam singgasana ia tidak pernah dendam, ia tidak mengingat segala kesalahan orang, bahkan ia melihat semuanya adalah cara dan rencana Allah untuk membentuk dan mengasah dirinya menjadi sesuai dengan rencana Allah. Semua derita yang dialaminya menghantar pada suatu kualitas iman dan kesuksesan dalam hidupnya, itu semuanya karena ia mendapat penyertaan dan kekuatan dari Roh Kudus yang menjadikan ia memiliki karakter Kristus dalam hatinya.

            Melalui kesempatan ini saya mengucapkan selamat kepada Pengurus yang sudah berjerih lelah selama ini, serta selamat kepada yang terpilih kembali menjadi Pelayan sebagai Ketua dan pengurus Majelis daerah pada periode berikutnya. Harapan saya mari ciptakan program-program yang menyentuh umat supaya nyata gereja sebagai garam dunia yang memiliki dampak yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Sedapat mungkin ciptakan program kebersamaan dengan gereja atau denominasi yang lain, untuk mewujudkan kesatuan dan kebersamaan dalam pelayanan. Dan tak lupa juga saya mengucapkan selamat memulai hidup baru dalam kebersamaan untuk Majelis Daerah GPdI Nusa Tenggata Barat (NTB) yang akan di bentuk dalam Musda ini. Tuhan Yesus Memberkati. (JST)

Galeri Foto