Berita

Pembinaan Busana Ke Pura Tingkat SMA/K Dan SMP Kantor Kemenag Kab.Badung

39 dilihat
Mangupura. Pembinaan Lomba Berbusana Kepura Tingkat SMA/K diselenggarakan oleh Kepala Seksi Pendidikan Hindu pada Kantor Kemenag Kab. Badung

Mangupura. Pembinaan Lomba Berbusana Kepura Tingkat SMA/K diselenggarakan oleh Kepala Seksi Pendidikan Hindu pada Kantor Kemenag Kab. Badung pada hari Jumat, 9 Maret 2018  dan tingkat SMP pada hari Sabtu tanggal 10 Maret 2018. Banyaknya penyimpangan berbusana ke pura yang tidak sesuai pakem terutama pada anak-anak muda membuat sejumlah kalangan prihatin. Atas kondisi ini, Kepala Seksi Pendidikan Hindu pada Kantor Kemenag Kab. Badung  menyelenggarakan pembinaan berbusana ke pura sesuai pakem yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kab. Badung. Pembinaan yang berlangsung sehari ini diikuti 15 pasang putra putri dari anak-anak SMA/K se-Kabupaten Badung. Pada pembinaan tersebut, disampaikan teori dan pengetahuan umum tentang busana ke pura selanjutnya diisi dengan praktek yang dimulai dari tata cara memakai kamen, merias muka dan membuat sanggul. Sedangkan yang pria tata cara memakai kancut serta membuat udeng. Tampil sebagai Narasumber adalah Ni Made Putriningsih Wirna selaku praktisi busana, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kemenag Kab. Badung Ny. I Gusti Agung Gede Manguningrat dan JFU Protokoler Pemda Kab. Badung I Gusti Agung Alit Semara Putra dan Staff Dispinaker Pemda Kab. Badung Ida Ayu Bulan Anggreni.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kemenag Kab. Badung menyampaikan bahwa pembinaan semacam ini harus sering dilaksanakan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman serta bekal bagi mereka dalam berbusana ke Pura. Selain itu,  para peserta dapat membagi ilmu cara berpakaian adat pada teman-teman lainnya sehingga cara berpakaian ke pura tidak lagi ada penyimpangan yang dapat berpengaruh negatif. Antusias siswa dan guru-guru sangat besar sekali bahkan ada yang meminta agar jangan ada teori tetapi langsung saja. Hal ini dapat dilihat ketika praktek berlangsung, bukan saja siswa yang aktif tetapi juga guru-guru yang mengantar juga ikut terlibat.