Berita

Pergerakan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar Dalam Tanggap Bencana

19 dilihat

Pergerakan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar Dalam Tanggap Bencana

Gianyar—Rabu (27/9) Bertempat di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Kepala Kantor Dewa Nida Udyana M.Pd.H bergerak cepat mengmpulkan seluruh pegawai serta guru di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar didampingi oleh Kepala Subag Tata Usaha I Made Sutama M.Pd.H, Kasi Urusan Agama Hindu I Made Sueca S.Ag, serta staf pengelola bahan kepegawaian dan tatalaksanaan (vertikal). Kepala Kantor Dewa Nida memberikan himbauan kepada seluruh pegawai agar saat ini berdasarkan tinjauan di media televisi atau media cetak, status Gunung Agung pada Kabupaten Karangasem ini sudah mencapai status  level IV awas. Yang diidentifikasikan akan mengalami letusan yang keluar dari lereng gunung. Untuk itu, Dewa Nida mengajak seluruh pegawai untuk mengumpulkan iruan sukarela kepada rekan-rekan atau saudara-saudara kita yang berada dalam kawasan rawan bahaya yang saat ini mengungsi di berbagai titik lokasi pengungsian. “Tidak ada seorang pun diantara kita semua yang menginginkan sebuah musibah” “ungkap Dewa Nida”. Mengingat dampak yang akan ditimbulkan apabila letusan gunung agung terjadi akan berdampak berkepanjangan terutama pasokan air bersih yang tentunya mengalami kekurangan atau kekeringan. Ditinjau dari media cetak Bali Post Rabu, 27 September pada halaman 1 Pulau Bali mendapat kunjungan dari Presiden RI Joko Widodo telah tinjau lokasi pengungsian. Berdasarkan hal tersebut, seluruh rekan-rekan pegawai dengan antusias dan dermawan bergerak sesuai arahan dari Kepala Kantor dengan menyumbang saudara-saudara kita disana berupa uang tunai, sandang maupun pangan. Tambahan dari Sutama yaitu warning hal yang perlu di waspadai letusan gunung api memberikan dampak negatif bagi manusia dan juga bagi lingkungan. Salah satunya adalah letusan abu gunung yang mengandung bermacam-macam gas mulai dari Sulfur Dioksida atau SO2, gas Hidrogen sulfide atau H2S, No2 atau Nitrogen Dioksida serta beberapa partike debu yang berpotensial meracuni makhluk hidup di sekitarnya. Letusan Gunung Api bisa membuat kelumpuhan ekonomi karena aktifitas masyarakat di wilayah gunung api akan terganggu. Oleh sebab itu banyak yang perlu di perhatikan untuk menghadapi letusan gunung api karena erupsi bisa terjadi secara tiba tiba. Maka marilah kita memberikan doa agar musibah ini tidak berdampak berkepanjangan pada sistem perekonimian masyarakat disana “ungkap Sutama”. (pmt)

Galeri Foto