Pengumuman Baru
  • 07:00 *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 07:00 *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1939*

Penyuluhan Agama Melalui Seni Keagamaan di Pura Puseh Desa Kesiut Tengah, Kabupaten Tabanan

Penyuluhan Agama Melalui Seni Keagamaan di Pura Puseh Desa Kesiut Tengah, Kabupaten Tabanan Penyuluhan Agama Melalui Seni Keagamaan di Pura Puseh Desa Kesiut Tengah, Kabupaten Tabanan

(Ura Hindu) Denpasar, 19 Oktober 2018

Penyuluh agama merupakan ujung tombak dan perpanjangan tangan dari Kementerian Agama dalam melakukan bimbingan dan pembinaan kepada umat beragama secara berkesinambungan dan terprogram. Penyuluhlah yang lebih banyak bertatap muka dan mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh umat.


Saat ini seluruh Aparatur Sipil Negara di jajaran Kementerian Agama dituntut untuk bekerja dengan landasan lima budaya kerja Kementerian Agama, yaitu integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan, termasuk penyuluh Agama Hindu. Nilai inovasi ini sudah mulai diterapkan dalam program kerja Penyuluh Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali yang secara nyata dapat dilihat dalam Kegiatan Penyuluhan Agama Melalui Seni Keagamaan.


Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali pada Hari Rabu, 17 Oktober 2018, bertepatan dengan Hari Suci Pagerwesi, telah melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Agama Melalui Seni Keagamaan di Pura Puseh Desa Kesiut Tengah yang terletak di Kabupaten Tabanan. Desa Kesiut Tengah merupakan daerah di Propinsi Bali yang menjadi pilot project Program Pemberdayaan Masyarakat Desa (P2MD) maka Kementerian Agama memprioritaskan desa ini untuk diberikan pembinaan agama.


Dalam Kegiatan Penyuluhan Agama Melalui Seni Keagamaan ini Penyuluh Agama Hindu berkolaborasi dengan beberapa anggota Suka Duka Dharma Bhakti Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali dan Seksi Urusan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan untuk membentuk sebuah tim yang menampilkan seni keagamaan berupa Pesantian dan Tari. Hal ini dilakukan agar materi ajaran agama yang disampaikan memiliki variasi yang unik dan menghibur karena selama ini materi ajaran agama lebih banyak disampaikan dalam bentuk Dharma Wacana dimana Penyuluh Agama Hindu duduk di hadapan umat Hindu untuk menyampaikan materi ajaran agama yang mungkin terasa monoton.

 

Dampak yang diharapkan dari pelaksanaan penyuluhan agama melalui seni keagamaan ini adalah dapat meningkatkan minat umat Hindu, utamanya generasi muda, untuk lebih memahami dan mendalami ajaran agama Hindu itu sendiri. Selain itu, pelaksanaan penyuluhan agama melalui seni keagamaan secara tidak langsung juga turut melestarikan budaya Bali yang selama ini tentu tidak bisa dipisahkan dari upacara keagamaan Hindu di Bali. Inovasi semacam ini akan terus dikembangkan sehingga penyampaian pesan-pesan keagamaan akan menjadi lebih variatif dan efektif sampai ke umat Hindu yang ada di Propinsi Bali. (ts)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar