Pengumuman Baru
  • 07:00 *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 07:00 *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1939*

Menag Ajak Mari Jaga Kebersamaan Umat

Menag Ajak Mari Jaga Kebersamaan Umat Pelaksanaan Apel Bendera dalam rangka HAB ke 73 (Foto by Cok Agung)

(Inmas Bali) Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke 73 diperingati dalam kesederhanaan di tengah berbagai peristiwa alam di beberapa wilayah di Indonesia seperti Lombok, Palu, Banten, dan Lampung. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali memperingati HAB dengan menggelar apel bendera di halaman Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Kamis, 03 Januari 2019. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wakil Gubernur Bali Bapak Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati. Apel diikuti oleh seluruh ASN Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Kab. Badung, IHDN Denpasar, dan Balai Diklat.

Beberapa poin penting disampaikan oleh Menteri Agama melalui sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali yaitu melalui peringatan HAB kita diingatkan kembali pentingnya jaminan hak beragama pentingnya dalam pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, terutama sila Ketuhanan Yang Maha Esa pada Pembukaan dan pasal 29 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam negara kita berdasar Pancasila, bukan hanya jaminan untuk mengamalkan ajaran agama dilindungi negara, bahkan kebijakan Pemerintah tidak boleh bertentangan dengan ajaran dan kaidah agama.

Tahun ini Hari Amal Bakti mengangkat tema "Jaga Kebersamaan Umat", Menag mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama, apalagi di tahun politik sekarang ini, senantiasa menebarkan energi kebersamaan, merawat kerukunan, dan menempatkan diri di atas dan untuk semua kelompok dan golongan kepentingan. Ajakan yang sama kepada semua elemen bangsa, mari jaga kebersamaan, keutuhan sesama anak bangsa.

Memasuki Tahun 2019, enam sasaran strategis program Kementerian Agama telah digariskan, yakni: meningkatnya kualitas kehidupan umat beragama, meningkatnya harmoni sosial dan kerukunan umat beragama, meningkatnya kualitas pelayanan keagamaan, meningkatnya akses layanan pendidikan, meningkatnya mutu pendidikan agama dan keagamaan, dan peningkatan kualitas tatakelola pembangunan bidang agama.  Enam sasaran tersebut harus tercermin dalam program kerja pusat dan daerah. Di samping itu, pembinaan toleransi dan kerukunan antar-umat beragama, pengembangan moderasi beragama dan pembangunan akhlak bangsa perlu disuarakan lebih nyaring di ruang-ruang publik. Toleransi beragama dapat dimaknai sebagai sikap

"menghormati dan menghargai atas perbedaan yang ada pada pihak lain". Sementara moderasi beragama adalah upaya mewujudkan pemahaman dan pengamalan agama yang moderat, yang terhindar dari bentuk pemahaman dan praktek keagamaan yang berlebih-lebihan dan ekstrem.

Kita bersyukur, dalam beberapa tahun terakhir Kementerian Agama telah meraih sejumlah capaian dalam Reformasi Birokrasi, seperti tercermin antara lain dari kenaikan Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi. Juga indeks kepuasaan publik atas pelayanan keagamaan, seperti pelayanan haji dan pelayanan pencatatan nikah yang terus meningkat. Banyak unit organisasi dan satuan kerja Kementerian Agama sejak 2017 dan 2018 menerapkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) dan mengembangkan digitalisasi pelayanan publik di bidang keagamaan.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar