Berita

Rapat Koordinasi Sinkronisasi Tupoksi, Kemenag Kab. Gianyar

32 dilihat
Rapat Koordinasi Sinkronisasi Tupoksi, Kemenag Kab. Gianyar

Rapat Koordinasi Sinkronisasi Tupoksi, Kemenag Kab. Gianyar

Gianyar-- Dalam rangka sinkronisasi program kerja, mengukur kinerja pelaksanaan program tahun 2018 serta menemukan solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan, Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimais) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bertempat di Aula Kantor, Selasa (6/2).

Rakor ini dibuka oleh Kepala Sub.Bagian Tata Usaha I Made Sutama S.Ag,M.Pd.H pada kesempatan ini selaku plh Kepala Kantor didampingi Kasi Bimas Islam Muhamad Choirun S.Sos  serta dihadiri oleh 50 orang berasal dari unsur Kepala KUA se-Kabupaten Gianyar, LPTQ, LASQI, FKMTI dan Ketua MAjelis Taqlim se-Kabupaten Gianyar.

Muhamad Choirun dalam laporannya menyampaikan bahwa, Rakor ini merupakan bagian dari siklus sistem perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan dan anggaran berdasarkan tugas dan fungsi pada masing-masing unit kerja yaitu tiada lain dalam rangka mencapai target atas program yang telah ditetapkan dan menjadikan standar dalam mengukur tingkat pencapaian program yang telah, meliputi tugas-tugas seperti urusan agama Islam, penerangan agama Islam, pembinaan dilaksanakan syariah, pemberdayaan zakat, pemberdayaan wakaf, kemesjidan, peningkatan pelayanan teknis dan pembinaan, pembinaan unsur calon pengantin sehingga menuju sinkronisasi berdasarkan tupoksi masing-masing ”ungkap Choirun”.

Dalam sambutannya Sutama menekankan tentang pentingnya sikap profesionalitas dan integritas dalam bekerja. Profesionalitas dan integritas menurut beliau akan menghasilkan manajemen perkantoran yang cepat, efektif, efisien dan akuntabel. Sikap profesional dan integritas itu harus berkelanjutan dan harus menjadi roh Kementerian Agama itu sendiri. Kedua unsur ini harus berjalan seimbang demi mewujudkan kualitas pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, “tegas Sutama”.

Disamping itu juga, beliau memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan tugas yang telah berjalan, dalam arti lain bahwa fokus dari pelaksanaan rakor kali ini adalah penajaman Visi Misi demi  mewujudkan kerukunan umat beragama yang cerdas, rukun, dan sejahtera lahir batin.

Hal ini berangkat dari keprihatinan atas kondisi masyarakat saat ini di mana telah terjadi penurunan moralitas yang ditandai dengan meningkatnya kejahatan moral mulai dari KDRT hingga pelecehan seksual dan kasus kasus kekerasan lainnya. Terkait pelaksanaan tusi Bimais terkhusus oleh KUA, Sutama menegaskan Pelayanan tusi Bimas Islam bukan hanya terjebak dalam pelayanan nikah rujuk saja, tetapi harus sesuai dengan PMA 517 Tahun 2001 tentang tugas-tugas KUA, di antaranya tugas kepenghuluan, penyuluhan, keluarga sakinah, pemberdayaan zakat dan wakaf, kemesjidan dan masih banyak lagi, “harapan Sutama”.

Di akhir Rakor, Choirun  menyampaikan harapannya agar segenap jajaran Bimais dapat bekerja dengan profesionalitas dan integritas penuh. “Semua evaluasi dan rencana yang telah kita bangun bersama disini hendaknya menjadi pegangan bagi kita sekalian dalam mengabdi kepada masyarakat dan bangsa. Rakor kita kali ini semoga membawa perubahan berarti dalam pelaksanaan tusi kita ke depan, “ungkap Choirun”. (pmt)