Berita

Tokoh Agama dan Keagamaan Bali Nyatakan Sikap

30027 dilihat
Dialog Tokoh Agama dan Keagamaan Menyatakan Sikap Mereka

(Inmas Bali) Menanggapi informasi yang telah menyebar luas dan menjadi viral di sosial media maka Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali melalui Sub.Bagian Hukum dan KUB menggelar Dialog Tokoh Agama dan Majelis Agama Provinsi Bali, Kamis 14 Desember 2017 bertempat di Aula Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali. Hadir dalam dialog ini Kepala PHDI Provinsi Bali, Kepala MUDP Provinsi Bali, seluruh Ketua Majelis Agama Provinsi Bali, seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se-Bali, dan seluruh Kepala Bidang dan Pembimas di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag dalam ucapan selamat datangnya menyampaikan bahwa pertemuan ini digelar untuk meredam berita yang telah menjadi viral terkait kunjunga ustad Ahmad Somad di Bali pada tanggal 8 dan 9 Desember 2017 lalu. Digelarnya dialog ini untuk meminta masukan dari seluruh tokoh agama dan keagamaan Provinsi Bali untuk membuat edaran yang dapat menyejukkan kepada masyarakat.

Jero Gede Suwena Putus Upadesha selaku ketua Majelis Utama Desa Pakraman Provinsi Bali menyampaikan bahwa aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok orang yang mengatas namakan masyarakat Bali bukanlah wajah dari masyarakat Bali sesungguhnya. Bali masih sangat toleran terhadap tamu yang datang. Masyarakat Bali sangatlah memuliakan dan menghormati tamu yang berkunjung di pulau Dewata. Melalui dialog ini juga beliau mengharapkan  dapat memberikan informasi kepada umat Hindu diluar Bali.

Selain itu juga Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si selaku ketua PHDI Provinsi Bali mengatakan bahwa tindakan penolakan itu bukan representasi dari masyarakat Bali dan aksi tersebut tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan PHDI Provinsi Bali. “Masyarakat Bali tidak pernah berkomunikasi dengan cara kekerasan dengan orang lain” ucapnya. Masyarakat Bali sangat mengedepankan konsep Manyama Braya yang sudah menjadi konsep dalam kehidupan bermasyarakat di Bali.

Melalui dialog ini menghasilkan surat pernyataan sikap dari ketua majelis agama dan keagamaan di Provinsi Bali yang menyatakan 6 poin utama yaitu :
1.    Menyesalkan terjadinya ketidaknyamanan atas kehadiran Ustadz Abdul Somad untuk berdakwah di Bali;
2.    Masing-masing umat beragama agar cooling down mengedepankan kesatuan dan persatuan serta tidak mengungkit kembalo yang sudah terjadi, mengingat situasi ini akan berpengaruh signifikan terhadap keharmonisan yang selama ini sudah terjalin dengan baik pada masyarakat Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya;
3.    Menyarankan para pihak untuk menempuh musyawarah menuju jalan damai, dan bila tidak berhasil, maka pengaduan masyarakat yang telah masuk ke ranah hokum dipersilahkan penegak hokum (polisi) untuk menindaklanjuti sebagaimana mestinya;
4.    Memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mampu mengendalikan diri sehingga pelaksanaan Safari Dakwah Ustadz Abdul Somad dapat berjalan sebagaimana mestinya;
5.    Kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat agar ikyt berperan aktif menyejukkan suasana ketidaknyamanan dan kesalahpahaman di masyarakat dan berbagai media;
6.    Kepada pemerintah pusat/pemerintah daerah diminta secepatnya mengupayakan mediasi kepada para pihak untuk mewujudkan Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya yang kondusif.  

Surat Penyataan sikap ini disampaikan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali kepada Menteri Agama RI guna menyampaikan informasi terhadap sikap masyarakat Bali sesungguhya sehingga mampu di sampaikan kepada masyarakat Indonesia lainnya.(sn)