Pembinaan Lapas Perempuan Kelas IIA Melalui Daring (Zoom Meeting) Bahas Dharmagita

Pembinaan Lapas Perempuan Kelas IIA Melalui Daring (Zoom Meeting) Bahas Dharmagita

Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum usai secara tuntas, seluruh elemen mulai dari pemerintah pusat, provinsi, daerah, pemuka agama, swasta dan seluruh masyakarat terus berupaya dalam memerangi virus Covid-19 serta mencegah penyebarannya. Seperti yang telah diketahui bahwa adanya pandemi Covid-19 ini telah melumpuhkan hampir seluruh kegiatan dan mata pencaharian banyak orang tidak terkecuali sektor perekonomian, pariwisata di Indonesia khususnya di Bali dan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Sektor kesehatan yang menjadi garda terdepan dalam menangani kasus Covid-19 ini juga terus berupaya mengoptimalisasikan agar para pasien Covid-19 dapat segera pulih kembali. Sektor pendidikan dan perkantoran baik negeri maupun swasta sampai saat ini masih menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi sekolah dan sistem Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) bagi perkantoran. Begitu pula upaya pemerintah bekerjasama dengan seluruh elemen baik pemda, masyarakat untuk terus memberikan pengarahan dan sosialiasi terkait pentingnya penerepan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. Hal ini tiada lain untuk mencegah serta memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

Pada kesempatan ini, Kamis (29/7) pagi tadi, Penyuluh Non PNS Kantor Kemenag Kota Denpasar, I Gusti Putu Wisma Putra, S.Ag., menjadi narasumber pada kegiatan rutin setiap hari Kamis dalam Penyuluhan/Pembinaan Lapas Perempuan Kelas IIA melalui daring (zoom meeting), dimana topik yang diangkat yakni terkait Memberikan Pembinaan Agama Hindu melalui Dharmagita bertemakan "Pupuh Jayendra dan Gending Jejangeran". Melalui pembinaan/penyuluhan ini, penyuluh agama Hindu Kemenag Kota Denpasar saling sharing dan berdialog bersama peserta Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar mengenai upaya tata cara mekidung (menyanyikan) dharmagita dengan mempraktekan bait demi bait, penyampaian intonasi juga diperhatikan sehingga penyampaian kidung (nyanyian) tepat. Mengingat pula pandemi Covid-19 yang belum usai, mengharuskan kegiatan yang melibatkan banyak orang harus dilakukan secara daring online. Kegiatan pembinaan ini tetap berjalan dengan lancar dan tanpa mengurangi makna dari penyampaian materi. Para peserta yang hadir pada zoom meeting ini juga sangat mendengarkan dengan baik dan seksama. Semoga pembinaan ini dapat memberikan manfaat yang baik dan positif bagi para peserta yang mengikuti. (kd) #SantihMelayani

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar