Adab Menagih Utang dalam Islam

Adab Menagih Utang dalam Islam

Adab Menagih Utang dalam Islam

Dalam menagih utang kepada orang lain, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan.

Pertama, menagih utang saat sudah jatuh tempo sesuai kesepakatan.

Dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah dijelaskan Imam Ahmad bin Hanbal berkata; Selayaknya pemberi pinjaman untuk menepati janjinya.

Kedua, menagih utang dengan cara yang baik.
“Siapa yang menuntut haknya, sebaiknya menuntut dengan baik, baik pada orang yang ingin menunaikannya atau pada orang yang tidak ingin menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah)

Ketiga, jika yang berutang belum mampu membayar, dianjurkan menunggu sampai mampu atau membebaskan utangnya.

“Siapa yang senang diselamatkan Allah dari kesusahan hari kiamat, maka sebaiknya menghilangkan kesusahan orang yang terlilit utang atau membebaskannya.” (HR. Muslim)

Keempat, tidak boleh mengambil keuntungan dari utang, seperti bunga.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan tinggalkan riba, jika kalian orang beriman.” QS. Al-Baqarah ayat 278

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar