Kerukunan Senantiasa Berproses Dalam Ruang dan Waktu

Kerukunan Senantiasa Berproses Dalam Ruang dan Waktu

(Kankemenag Kota Denpasar) Pembinaan kerukunan intern umat Hindu dilaksanakan Selasa,   21 April 2015, bertempat di Aula Gedung Sewaka Dharma Pemkot Denpasar. Acara ini diikuti oleh 140 peserta yang berasal dari unsur Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP), Majelis Alit Desa Pakraman (MADP), Bendesa Pakraman, Pamangku, Sarati Banten, Sekaa Gong, Sekaa Santi, Pacalang, dan Sekaa Teruna, serta diisi oleh beberapa narasumber diantaranya: Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali A. A Gde Muliawan, S.Ag, M.Si, Kabid URA Hindu Kanwil Kemenag Prov. Bali Drs. I Nyoman Lastra, M.Si dan Dosen IHDN Denpasar Dr. I Gusti Made Ngurah, M.Si.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali A.A Gde Muliawan, S.Ag, M.Si. Dalam sambutannya, yang dirangkai dengan pemberian materi kepada peserta, Bapak Ka.Kanwil menyampaikan pentingnya membina kerukunan intern umat Hindu dengan mengembalikan setiap komponen umat Hindu pada swadharmanya masing-masing. "Kita harus belajar dari filsafat Gong. Mereka hanya menabuh sesuai jenis gambelan yang dipegang sendiri. Tidak saling menyalip dengan teman. Di sinilah akan terjadi harmoni antar semua komponen". Begitu juga kerukunan akan tercipta apabila semua orang mau hidup selaras, serasi, dan seimbang Sesuai dengan tugas, fungsi, dan swadharmanya masing-masing.

Dalam laporannya, Ketua Panitia yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar,  Komang Sri Marhaeni, S.Ag, M.Si mengungkapkan bahwa pembinaan kerukunan intern umat Hindu ini sangat penting dilaksanakan terutama dalam konteks kekinian. Perubahan cara pandang dan gaya hidup masyarakat modern memungkinkan munculnya perbedaan ideologi keagamaan, sikap, dan kepentingan antar-sesama umat Hindu. Kerukunan intern umat beragama pada dasarnya bukan sesuatu yang sekali jadi, tetapi selalu berproses dalam ruang dan waktu. Artinya, kondisi rukun saat ini tidak dapat dipastikan akan juga terjadi pada hari esok, karena situasi dapat berubah begitu cepat. Akan tetapi, melalui sinergitas dan kerjasama antara semua komponen lembaga umat Hindu, kiranya kerukunan tersebut dapat di pertahankan dan dikembangkan terus menerus. (Nanang)

 

 

 

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar