Kantor Kemenag Kota Denpasar melalui Bimas Islam menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mematangkan sistem peringatan dini terhadap potensi konflik sosial berdimensi keagamaan. Kegiatan ini berlangsung di Aula KUA Denpasar Barat dan dihadiri 12 peserta terdiri unsur Kementerian Agama, Kelompok organisasi Islam seperti NU, Muslimat, Muhamadiyah dan Aisiyah.
Kasi Bimas Islam Kota Denpasar, H. Antoni, M.Pd.I dalam materinya menyampaikan agar seluruh masyarakat dapat melakukan penanganan konflik melalui 3 langkah yaitu, Pencegahan konflik, penghentian konfilik dan pemulihan pasca konlik.
“Upaya yang kita lakukan adalah identifikasi, deteksi dini paham, kelompok, mazhab serta aliran keagamaan dan melakukan cegah dini,” pungkasnya.
H. Antoni mengungkapkan bahwa deteksi dini konflik sosial keagamaan merupakan langkah strategis untuk mengidentifikasi potensi konflik sebelum terjadi dan mencegahnya sejak awal. Ia menegaskan bahwa konflik dan kerukunan merupakan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.


Informasi Penting
-
- 15:42 WITA
- 15 Jan 2026
- Denpasar
-
- 15:38 WITA
- 15 Jan 2026
- Denpasar
-
- 12:33 WITA
- 29 Sep 2025
- Denpasar
-
- 15:21 WITA
- 04 Sep 2025
- Denpasar
-
- 15:14 WITA
- 04 Sep 2025
- Denpasar
Lihat Informasi lainnyaLaporan Tindak Lanjut (TL) SKM Triwulan III 2025
Laporan Survei Kepuasan Masyarakat SKM Triwulan III Tahun 2025
Alur Pengaduan dan Konsultasi
16 Standar Pelayanan Kantor Kemenag Kota Denpasar
Laporan SKM Triwulan II Tahun 2025 Kementerian Agama Kota Denpasar