Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Cegah Potensi Konflik, Bimas Islam Kota Denpasar Gelar Dialog Kerukunan Intern Umat Bergama

Cegah Potensi Konflik, Bimas Islam Kota Denpasar Gelar Dialog Kerukunan Intern Umat Bergama

Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag kota Denpasar menggelar Dialog Kerukunan Intern Umat Beragama di Mushola Al-Arif, Jalan Watu Renggong Denpasar Selatan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala KUA dan Penyuluh Agama se-Kota Denpasar serta menghadirkan ormas Muslim di kota Denpasar diantaranya Gerakan Pemuda Ansor, Pemuda Muhamadiyah, Fatayat NU dan Naisyatul Aisyiyah.

Kasi Bimas Islam kantor Kemenag Kota Denpasar, H. Antoni, S.Pd.I, M.Pd.I dalam arahnya menyampaikan bahwa ditengah perbedaan yang ada di Indonesia, potensi disintegrasi bangsa akan selalu ada. Maka dari itu pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat melalu ormas Islam terbesar di Kota Denpasar untuk berdialog bersama mencari solusi guna mencegah potensi konflik.

 "Potensi konflik sangat besar kalau kita suka mengaku menang sendiri, benar sendiri, atau lebih baik sendiri. Hal itu memicu bentrok sehingga perlu adanya moderasi. Setidaknya memberkan kesempatan kepada orang lain untuk menjalankan apa yang diyakini dan saling mengerti," tuturnya.

H. Antoni memberikan contoh dahwah ala Rasulullah SAW saat di Makkah dan di Madinah, menurutnya beda tempat maka beda pula cara penyampaian dakwahnya. "Sistem dakwah kanjeng Nabi di Mekah itu selaku minoritas selalu sabar, sedangkan di Madinah itu mayoritas maka selalu merangkul," imbuhnya.

Lebih jauh H. Antoni mengingatkan kita untuk membangun sinergi yang solid sesama umat beragama. Karena perpecahan itu lebih besar terjadi karena adanya faktor internal dibandingkan faktor eksternal.

Selanjutnya dialog dipimpin oleh Hj. Asruroh dengan mendeger berbagai pendapat dari para peserta kemudian di diskusikan bersama-sama hingga mendapatkan sebuah point kesepakatan. Diantara point yang di dapat dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah; Menginginkan adanya pembauran antara ormas muslim, menggelar apel akbar deklarasi kebangsaan, membuat forum sosial yang menampung segala informasi, menguatkan dakwah di sosial media, rekomendasi penceramah dari luar Bali dan aktif melakukan komunikasi dengan kemenag terkait isu-isu yang berpotensi menimbulkan permasalahan

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar