DENPASAR – Menjelang bulan suci Ramadhan, upaya menjaga kebersihan lingkungan menjadi prioritas bagi umat Islam di Kota Denpasar. Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Denpasar bersinergi dengan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar melalui Seksi Bimas Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Denpasar, dan Pemerintah Kota Denpasar menggelar workshop bertajuk "Pengelolaan dan Pengolahan Sampah Berbasis Sumber di Masjid/Mushola se-Kota Denpasar".
Kegiatan yang penuh antusiasme ini dilaksanakan di Mushola Al-Hikmah Joglo, Jl. Teuku Umar, Denpasar, dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Kasi Bimas Islam Kemenag Kota Denpasar, Ketua MUI Kota Denpasar, Ketua DMI Kota Denpasar, Kepala Badan Kesbangpol kota Denpasar, serta Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa.
Dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, Wakil Walikota Denpasar menekankan urgensi pengelolaan sampah mengingat kondisi TPA Suwung yang sudah mencapai batas maksimal.
"Per 1 Maret, dilarang keras membuang sampah ke TPA Suwung. Saat ini, volume sampah di Denpasar mencapai 1.050 ton per hari, namun kemampuan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola sampah berbasis sumber baru menyentuh angka 500 ton," ungkapnya.
Beliau berpesan agar momentum Ramadhan tahun ini dijadikan titik balik perubahan perilaku masyarakat. Ia meminta para tokoh agama untuk menyisipkan pesan-pesan kepedulian lingkungan dalam ceramah dan dakwah di masjid maupun mushola.
Pemerintah Kota Denpasar terus menggenjot infrastruktur pengolahan sampah, di antaranya:
* Target 2025-2026: Pembangunan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang lebih besar dan penambahan kapasitas mesin di 24 titik desa/kelurahan.
* Edukasi Rumah Tangga: Distribusi 120.000 komposter polibeg tahun ini untuk mendorong pengolahan sampah organik di rumah-rumah warga.
* Tebo Modern: Pengadaan hampir 6.000 tebo modern untuk menjangkau layanan sampah masyarakat secara lebih luas.
"Di negara maju, masyarakat sudah mandiri mengelola sampah sejak dini. Kita sebagai negara berkembang harus mulai bergerak dari rumah dan tempat ibadah. Mana yang dibuang, mana yang diolah kembali," tambah Wakil Walikota.Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan workshop teknis yang dipimpin oleh narasumber ahli, H. Maskuron. Sebanyak 50 peserta yang merupakan perwakilan takmir masjid dan mushola se-Kota Denpasar diberikan pelatihan mengenai cara praktis mengelola limbah domestik di lingkungan tempat ibadah.
H. Amron Sudarmanto, selaku Kasi Bimas Islam Kemenag kota Denpasar berharap, melalui kegiatan ini, keberadaan masjid dan mushola bukan hanya menjadi pusat ibadah ritual, tetapi juga menjadi pelopor dalam gerakan "Masjid Hijau" yang bersih, sehat, dan mandiri dalam mengelola sampah, demi kenyamanan warga kota Denpasar.




Informasi Penting
-
- 15:42 WITA
- 15 Jan 2026
- Denpasar
-
- 15:38 WITA
- 15 Jan 2026
- Denpasar
-
- 12:33 WITA
- 29 Sep 2025
- Denpasar
-
- 15:21 WITA
- 04 Sep 2025
- Denpasar
-
- 15:14 WITA
- 04 Sep 2025
- Denpasar
Lihat Informasi lainnyaLaporan Tindak Lanjut (TL) SKM Triwulan III 2025
Laporan Survei Kepuasan Masyarakat SKM Triwulan III Tahun 2025
Alur Pengaduan dan Konsultasi
16 Standar Pelayanan Kantor Kemenag Kota Denpasar
Laporan SKM Triwulan II Tahun 2025 Kementerian Agama Kota Denpasar