Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Pawai Bakti Pertiwi Widyalaya, Gerakan Pendidikan Keagamaan Ramah Lingkungan Menuju Peradaban Berkelanjutan

Pawai Bakti Pertiwi Widyalaya, Gerakan Pendidikan Keagamaan Ramah Lingkungan Menuju Peradaban Berkelanjutan

Upaya Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menghadirkan pendidikan keagamaan dengan KURIKULUM CINTA berdampak nyata bagi kehidupan sosial dan lingkungan terus diwujudkan melalui berbagai program strategis. Salah satunya tercermin dalam Pawai Bakti Pertiwi Widyalaya yang digelar di kawasan Pura Jagatnatha Denpasar, Jumat (13/2), sebagai bagian dari implementasi Asta Protas “Kemenag Berdampak.”

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan Hari Lahir Regulasi Pendidikan Widyalaya, tetapi juga menandai tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pendidikan keagamaan harus hadir sebagai solusi atas tantangan zaman, mulai dari krisis moral, degradasi lingkungan, hingga penguatan kohesi sosial. Melalui pendekatan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, widyalaya diposisikan sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus pusat nilai-nilai keberlanjutan.

Dari perspektif yang lebih luas, kegiatan ini menjadi contoh konkret pengarusutamaan ekoteologi dalam pendidikan keagamaan. Nilai-nilai spiritual diterjemahkan ke dalam aksi nyata pelestarian lingkungan melalui parade budaya yang menggunakan bahan alami dan material daur ulang, sekaligus menyampaikan pesan moral tentang tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam semesta sebagai bentuk bakti kepada Tuhan.

Apresiasi disampaikan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar.,M.A, yang menilai bahwa filosofi widyalaya memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan global saat ini. Melalui konsep segara–gunung, ia menekankan pentingnya aliran ilmu pengetahuan yang suci, berakar pada nilai spiritual, dan bermuara pada kemaslahatan masyarakat luas.

“Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai peristiwa lokal, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan nasional. Widyalaya memiliki filosofi yang sangat luhur. Di tengah krisis moral dan akhlak, lembaga pendidikan keagamaan diharapkan mampu memperkuat spiritualitas, karakter, dan kepedulian sosial generasi muda,” ujarnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Walikota Denpasar, PLT Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, beserta jajaran ASN beragama Hindu, sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap penguatan pendidikan keagamaan Hindu di daerah. Pada kegiatan pawai hari ini, Kota Denpasar diwakili oleh Sekolah Widyalaya Cening Bagus yang menampilkan nyanyian dan pertunjukan bersama anak-anak didik. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Agama Kota Denpasar dalam menjadikan pendidikan yang adil baik jenjang reguler maupun inklusi, sebagai pilar pembangunan peradaban yang harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam.

Melalui Pawai Bakti Pertiwi Widyalaya, Kementerian Agama tidak hanya merayakan regulasi dan institusi, tetapi juga meneguhkan arah baru pendidikan keagamaan yang relevan, inklusif, dan berorientasi pada masa depan berkelanjutan.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar