Berikan Pembinaan, Penyuluh Hindu Masuk Lapas Perempuan Klas II A

Berikan Pembinaan, Penyuluh Hindu Masuk Lapas Perempuan Klas II A

Pergeseran nilai budaya dan moral, tekanan lingkungan, sekaligus kondisi genetis tidak jarang mengarahkan seseorang pada tindak kriminal yang menyebabkan mereka pada akhirnya masuk dan mendekam di dalam penjara menjadi warga binaan lapas setempat untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Lapas sebagai sebuah lembaga pembinaan memiliki tanggung jawab yang tidak ringan untuk menormalisasi kehidupan para warga binaan melalui mekanisme pendisiplinan, memberikan terapi psikis, menjadi tempat shock therapy psikologis atas rasa malu yang ditanggung dari situasi keterasingan sosial, sehingga mereka menjadi manusia yang patuh, berguna, dan memiliki akhlak (budi pekerti) yang baik. Program pendidikan agama dan pembinaan keagamaan, pembinaan kesadaran beragama menjadi suatu keharusan untuk diberikan kepada warga binaan dalam upaya memperbaiki kondisi mental, psikis, dan batin mereka.

Berkaitan dengan ini, Ka. Lapas dan Ka. Kankemenag Kota Denpasar telah sepakat dalam sebuah MOU untuk memfasilitasi warga binaan di Lapas Perempuan Klas IIA yang beragama Hindu untuk memperoleh bimbingan dan pendampingan rohani dari para penyuluh agama Hindu pada jadwal yang telah disusun. Kamis (31/1) lalu, beberapa tim penyuluh agama Hindu PNS dan non PNS hadir di Lapas Klas IIA ini untuk memberikan pelatihan kidung bagi para warga binaan.  Alit Aryawati, salah seorang Penyuluh Agama Hindu yang turun ke Lapas mengungkapkan bahwa antusiasme warga binaan sangat baik, bahkan mereka menginginkan pembinaan-pembinaan lain di bidang kreatifitas seni (Arja, Bondres, atau tari Rejang) sehingga mereka bisa ikut ambil bagian dalam pementasan yang diadakan pada event tertentu di lingkungan Lapas. Lebih lanjut Alit juga mengungkapkan bahwa warga binaan Hindu di Lapas ini jumlahnya paling sedikit, yakni 53 orang, semoga melalui pembinaan ini Kemenag mampu memberikan bekal baik dalam hal kerohanian maupun kreatifitas yang berguna bagi mereka selama menjalani masa hukuman, juga bisa diimplementasikan dan bermanfaat pada saatnya nanti mereka menghirup udara bebas. (sta)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar