Urgensi Kesehatan Reproduksi di Kalangan Remaja

Urgensi Kesehatan Reproduksi di Kalangan Remaja

Sehubungan dengan desiminasi hasil penelitian “Urgensi Pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam Penanggulangan Dekadensi Moral generasi Muda” oleh tim peneliti dari Balai Litbang Agama Semarang, Kamis (7/2) lalu, yang menghadirkan 7 orang guru Pendidikan Agama Islam dan guru BK, sekaligus unsur Badan Kesbangpol dan Dinas Pendidikan Kota Denpasar, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar berkesempatan hadir dalam kegiatan tersebut selaku narasumber.

Dari penelitian ini diperoleh beberapa hal yang bisa diterapkan oleh pemerintah dalam menyikapi masalah moral dan pendidikan keseatan reproduksi di kalangan remaja millenial Kota Denpasar, yakni penguatan pembinaan pendidikan agama dan budi pekerti, penguatan nilai-nilai kepribadian bangsa, pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran, penyediaan laboratorium PAI yang berhubungan dengan urgensi pendidikan kesehatan reproduksi, serta perumusan kurikulum yang mewadahi pengetahunan tentang organ reproduksi, fungsi, dan kematangan serta perlakuan dalam bingkai ajaran agama Islam.

Pada pemaparannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Ibu Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si mengungkapkan bahwa pembelajaran tentang kesehatan reproduksi ini sangat diperlukan bagi generasi muda saat ini, mengingat keadaan dan perkembangan globalisasi sekaligus keterbukaan informasi saat ini, menyebabkan orang tua dan guru sudah tidak bisa lagi menganggap hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi itu adalah sesuatu hal yang tabu. Beliau mengungkapkan bahwa akan lebih baik remaja mengetahui pemahaman tersebut dari orang tua dan sekolah, agar informasi yang disampaikan bisa dijamin kebenaran dan kebaikannya, sekaligus sebagai upaya untuk memantau pergaulan anak-anak kita. Untuk saat ini, Ibu Komang Marheni menyebutkan bahwa pembelajaran tentang kesehatan reproduksi bisa diberikan melalui mata pelajaran Fiqih, Akidah Ahlak, dan Al-Quran Hadis yang dapat memberikan gambaran tentang pergaulan yang benar dalam Islam, sekaligus dalam upaya untuk membentuk ahlak Islami pada diri siswa, sehingga remaja dapat membentengi diri dari pergaulan bebas terutama pergaulan seks bebas. (sta)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar