Rapat Perumusan Seruan Bersama

Rapat Perumusan Seruan Bersama

Jelang Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1941 yang jatuh pada hari Kamis (7/3) mendatang, Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar memfasilitasi pertemuan para tokoh lintas agama/keagamaan, tokoh masyarakat dengan instansi pemerintah terkait di Kota Denpasar pada Kamis (21/2) lalu. Acara yang digelar di aula Kankemenag Kota Denpasar ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, unsur Pemerintah Kota Denpasar, Polresta Denpasar, Dandim 1611/Badung, FKUB Kota Denpasar, tokoh majelis-majelis agama/keagamaan Kota Denpasar, MMDP Denpasar, Forum Pecalang Kota Denpasar, Badan Kesbangpol Kota Denpasar, dan pejabat di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar.

Dalam rapat tersebut, dihasilkan sebuah seruan bersama majelis-majelis agama dan keagamaan Kota Denpasar yang akan disosialisasikan dan wajib dipedomani oleh seluruh warga Kota Denpasar dalam rangka menjaga kesucian rangkaian pelaksanaan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1941 dengan point-point sebagai berikut:

1.  Bagi Umat Hindu dalam melaksanakan rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1941 meliputi: Melis, Pengerupukan, Sipeng (Catur Bratha Penyepian) dan Ngembak Gni dengan khusyuk sesuai pedoman PHDI.

2.      Bagi Umat lainnya wajib menjaga dan menghormati kesucian Hari Suci Nyepi.

3.    Bagi penyedia jasa transportasi (darat, laut, dan udara) tidak diperkenankan beroperasi selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi Kamis, 7 Maret 2019 dari pukul 06.00 Wita s/d Jumat, 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita.

4.    Lembaga Penyiaran Radio dan Televisi tidak diperkenankan untuk bersiaran selama pelaksanaan Hari Suci Nyepi Kamis, 7 Maret 2019 dari pukul 06.00 Wita s/d Jumat, 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita.

5.     Provider penyedia jasa seluler diharapkan untuk mematikan data seluler (internet) dari hari Kamis, 7 Maret 2019 pukul 06.00 Wita s/d Jumat, 8 Maret 2019 pukul 06.00 Wita.

6.     Masyarakat tidak diperkenankan keluar ke jalan umum, mengemudikan kendaraan di jalan, menyalakan lampu penerangan menyalakan petasan/mercon, pengeras suara, bunyi-bunyian, dan sejenisnya yang sifatnya mengganggu kesucian Hari Suci Nyepi dan membahayakan ketertiban umum.

7.  Hotel-hotel dan penyedia jasa hiburan lainnya yang ada di Kota Denpasar, tidak diperkenankan menyelenggarakan paket hiburan Hari Suci Nyepi.

8.   Prajuru Desa Pakraman/Adat, Pecalang, dan Aparat Desa/Kelurahan, bertanggung jawab mengamankan rangkaian Hari Suci Nyepi di wilayahnya masing-masing, berkoordinasi dengan Aparat Keamanan terkait.

9.      Majelis-majelis Agama dan Keagamaan serta instansi terkait agar mensosialisasikan seruan ini kepada seluruh umat beragama di Kota Denpasar



Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si mengharapkan dengan dihasilkannya seruan bersama majelis-majelis agama/keagamaan Kota Denpasar ini rangkaian hari raya suci Nyepi Tahun Çaka 1941 dapat berjalan dengan lancar dan khidmat serta situasi kondisi kerukunan umat beragama di wilayah Kota Denpasar bisa tetap terjaga kondusifitasnya mengingat tahun ini merupakan tahun yang sensitif karena berkaitan dengan tahun politik. (tia)



Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar