Sekapur Sirih

SEJARAH SINGKAT KABUPATEN GIANYAR

Lebih dari seperempat abad yang lalu, tepatnya pada tahun 1770 Masehi, kurang lebih 2 km disebelah selatan Desa Bengkel (sekarangmenjadi Desa Beng) dibangunlah sebuah puri baru dan disebut Griya Anyar (rumah baru). Berdirinya Keraton Griya Anyar atau yang kemudian menjadi Puri Agung Gianyar yang diresmikan dengan upacara pada tanggal 19 April 1771, menandakan telah lahirnya sebuah kerajaan baru, yang diperintah oleh I Dewa Manggis IV (Raja Gianyar I). Puri Agung Gianyar sebagai keraton istana raja selanjutnya menjadi pusat ibu-kota kerajaan. Pada masa penjajahan Jepang di Gianyar yang di mulai pada tanggal 23 Februari 1942, Kerajaan Gianyar dipimpin oleh Raja Gianyar Ida Anak Agung Ngurah Agung. Kemudian pada tanggal 23 Agustus 1943, putra beliau yang bernama Ida Anak Agung Gede Agung dilantik sebagai Raja (Syutjo) Gianyar menggantikan ayahnya dan berkuasa hingga berakhirnya kependudukan jepang pada tahun 1945.

Memasuki masa kemerdekaan dan masamasa kependudukan tentara sekutu dan NICA, Kerajaan Gianyar di bawah kepimpinan Raja Ida Anak Agung Gede Agung masih menjadi daerah swapraja/bagian dari pemerintahan daerah Bali. Daerah Bali sendiri menjadi bagian adminitrasi dari Negara Indonesia Timur (NIT), sedangkan NIT adalah bagian dari Republik Indonesia Serikat (RIS). Dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 17 Agustus 1950maka dilakukan perubahan sistem pemerintahan. Bekas daerah kerajaan di Bali yang berjumlah 8 kerajaan dijadikan daerah bagian/swapraja. Pemerintahan daerah bagian/swapraja terdiri dari Ketua Dewan Pemerintahan daerah dan DPR daerah (yang mempunyai hak parlementer penuh). DPR Daerah yang telah dilantik, selanjutnya bertugas memilih Ketua Dewan Pemerintahaan Daerah Bagian/swapraja Gianyar, yaitu Ida Anak Agung Gde Oka untuk masa bakti 1953-1958. Dikeluarkannya UU No. 69 Tahun 1958 tentang pembentukan Daerah Swatantra Tingkat II, dimana kekuasaan eksekutif di jalankan oleh seorang Kepala Daerah Swatantra, maka diangkatlah kembali Ida Anak Agung Gde Oka menjadi Kepala Daerah Tingkat II Gianyar masa bakti 1958-1960.

Setelah dikeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, kemudian ditetapkan dengan penetapan No.6/1959 bahwa pemerintah daerah terdiri dari Kepala Daerah dan DPRD. Kepala daerah disamping sebagai alat pemerintah daerah, juga merupakanpejabat negara sebagai alat pemerintah pusat di daerah (Bupati). Memasuki masa pemerintahan Orde Baru, dikeluarkan UU No.18/1965 maka diubahlah sebutan Daerah Swatantra Tingkat II Gianyar menjadi Kabupaten Gianyar sebagai Daerah Tingkat II. Kepala Daerahnya adalah seorang Bupati. UU No.18/1965 kemudian disempurnakan dengan UU No.5/1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah. Sejarah Kota Gianyar ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar No.9 tahun 2004 tanggal 2 April 2004 tentang hari jadi/hari ulang tahun Kota Gianyar.

KEBERADAAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN GIANYAR

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar merupakan instansi vertikal yang berada di tingkat Kabupaten dan bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali, yang mempunyai tugas Pokok dan Fungsi Melaksanakan Pelayanan Dan Bimbingan Masyarakat dalam kehidupan di Kabupaten Gianyar.

Adapun dasar pelaksanaan tugas dan fungsi pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar mengacu kepada Peraturan Menteri Agama Nomor: 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, dengan susunan Struktur Organisasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar yang dipimpin oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar adalah sebagai berikut :

  • Subbagian Tata Usaha;
  • Seksi Pendidikan Islam;
  • Seksi Bimbingan Masyarakat Islam;
  • Seksi Urusan Agama Hindu;
  • Seksi Pendidikan Hindu;
  • Penyelenggara Haji dan Umrah;
  • Penyelenggara Buddha; dan
  • Kelompok Jabatan Fungsional.

Disamping itu terdapat 2 (dua) Kantor Urusan Agama (KUA) di Kabupaten Gianyar yaitu:

  • KUA Kecamatan Gianyar;
  • KUA Kecamatan Sukawati.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar berkedudukan di Jalan Kepundung No.8 Gianyar, dengan Nomor Telepon (0361) 943042, alamat email kabgianyar@kemenag.go.id, dan sampai sekarang Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar sudah dipimpin oleh 14 (empat belas) orang Kepala Kantor dengan urutan sebagai berikut :

  1. I Wayan Abra (Periode Tahun 1969-1974)
  2. I Ketut Lagas (Periode Tahun 1974-1979)
  3. I Ketut Sanggra (Periode Tahun 1979-1984)
  4. Drs. I Made Rintia (Periode Tahun 1984-1989)
  5. I Nyoman Gampil (Periode Tahun 1989-1994)
  6. Tjok Made Ranayadnya (Periode Tahun 1994-1999)
  7. Drs. A.A. Gede Rai Sudadnya (Periode Tahun 1999-2002)
  8. Drs. Gusti Agung Bagus Raka Putra (Periode Tahun2002-2007)
  9. Drs. I Wayan Yudha M.Ag (Periode Tahun 2007-2011)
  10. Anak Agung Gde Muliawan, S.Ag (Periode Tahun 2011-2012)
  11. Drs. Ida Bagus Nyoman Gde Suastika, M.Si (Periode Tahun 2012-2015)
  12. Dr. Ni Nengah Rustini M.Ag Periode Tahun 2015 – 2017)
  13. Drs. I Dewa Made Nida Udyana M.Pd.H (Periode Tahun 2017 – 2018)
  14. Ida Bagus Made Oka Yusa Manuaba SH, M.Si (Periode Tahun 2018 – sekarang)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar