Pengumuman Baru
  • 15:01 WITA http://lkp.kemenagjembrana.com/laporan

PERANAN FKUB

   

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis pada pemuliaan nilai-nilai agama, FKUB memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam berperan serta membangun daerah masing-masing ditengah krisis multidimensional yang tengah terjadi.

Disadari bahwa krisiss multi-dimensional telah membawa dampak yang bersifat multi-dimensional pula. Krisis ekonomi, politik dan moral, berimplikasi pada ketegangan sosial, stress sosial, merenggangnya kohesi sosial bahkan frustasi sosial, begitupun terhadap dekadensi moral.

Fonomena ini secara psikologis dan sosiologis berpengaruh terhadap sikap dan prilaku sosial dikalangan umat beragama.

Terjadinya konflik sosial, meningkatnya angka bunuh diri, merajalelanya korupsi merupakan persoalan serius yang harus dicarikan solusinya.

Peran tokoh agama yang diharapkan dapat memberikan pencerdasan spiritual menjadi sangat penting.

Untuk itu ada dua peran yang paralel yang dapat dilakukan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama:

  1. Forum hendaknya dapat menjadi jembatan penghubung di-internal umat masing-masing.

Artinya, masing-masing agama secara vertical memiliki keyakinan, cara, etika, susila yang dimiliki dan bersifat hakiki.

Hal ini merupakan pembeda antara agama yang satu dengan yang lainnya yang harus dihormati.

Oleh karena itu FKUB melalui perwakilan dimasing-masing agama harus dapat menularkan kerukunan di-internal umat, dan menjaga aspek sakralisasi pelaksanaan tradisi keberagamaan masing-masing dengan tetap berpegang pada kaidah agama.

  1. Secara horizontal, disamping intern, maka dalam perspektif sosiologi agama, hubungan yang bersifat sosial dengan umat beragama lainnya perlu dijaga dan dikembangkan.

Dalam konteks inilah FKUB dapat menjalankan peran dan fungsinya sebagai:

1.   Sebagai wahana komunikasi, interaksi antara satu dengan yang lainnya dalam memberikan informasi terhadap tafsir agama masing-masing, sehingga tercipta suasana saling memahami dan saling menghormati;

2.   Sebagai wahana mediasi setiap persoalan yang mengarah pada terjadinya konflik baik yang bersifat laten maupun manifest;

3.  Sebagai media harmonisasi hubungan satu dengan yang lain dalam meng-komunikasi-kan pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan;

4.   Melakukan sosialisasi kepada masing-masing umat beragama; agar dalam kehidupan sosial tidak bersifat eksklusif sehingga dapat terbangun kohesi sosial dikalangan umat beragama;

5.  Membantu pemerintah daerah dalam men-sukseskan program-program pembangunan;

6.  Bersama-sama pemerintah dan aparat kemanan ikut menjaga iklim sosial dan politik yang kondusif; dan

Tentunya banyak hal lagi yang dapat dikerjakan dengan selalu bersinergi dengan kekuatan-kekuatan sosial yang ada di daerah.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar