Pengumuman Baru
  • 15:01 WITA http://lkp.kemenagjembrana.com/laporan

Pembinaan Deteksi Dini Dan Identifikasi Faham Dan Aliran Keagamaan

Pembinaan Deteksi Dini Dan Identifikasi Faham Dan Aliran Keagamaan Bimas Islam Kemenag Jembrana mengadakan kegiatan Deteksi Dini dan Identifikasi Paham dan Aliran Keagamaan bertempat di Rumah Makan Puas 2, Senin (21/10/19).

(Bimas Islam Jembrana) Bimas Islam Kemenag Jembrana mengadakan kegiatan Deteksi Dini dan Identifikasi Paham dan Aliran Keagamaan bertempat di Rumah Makan Puas 2, Senin (21/10/19).

Deteksi dini dan identifikasi faham dan aliran keagamaan di Kabupaten Jembrana adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kab. Jembrana, diharapkan dapat menghasilkan data faham atau aliran keagamaan yang akurat dan berkualitas dari para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kab. Jembrana I Made Sudarmita, S.Ag., S.Pd., MM., Plt. Kasi Bimas Islam Kemenag Jembran Taufikkur Rahman, S.Ag. dan Kepala KUA Kec. Pekutatan Musta’in serta para peserta yang ikut dalam acara tersebut.

Dalam arahannya Ka.KanKemenag Kab. Jembrana mengatakan bahwa Kemenag tidak menyebut aliran sesat, tetapi menyebutnya dengan paham dan aliran keagamaan yang bermasalah. ”Kemenag adalah lembaga yang memberikan pembinaan dan mengayomi masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat bisa menjalani kehidupan agamanya dengan  baik, sesuai dengan ajaran kitab sucinya masing-masing,” ujarnya.

Kementerian Agama sebagai instansi yang ikut serta terhadap kehidupan keagamaan masyarakat dalam penanganan aliran dan faham keagamaan bermasalah dilakukan melalui beberapa pendekatan, pertama Pendekatan Kultural atau Kearaifan Lokal yaitu norma yang disepakati bersama oleh suatu kelompok masyarakat dan diyakini kebenarannya yang sering kali berwujud dalam sebuah kearifan lokal, kedua Pendekatan Pendidikan Informal seperti Pengajian, Majelis Taklim serta berdiskusi atau berdialog yang dilakukan umat beragama dan ketiga Pendekatan Hukum yaitu pendekatan prefentif, karena dengan adanya ancaman dan penjatuhan pidana terhadap delik / kejahatan diharapkan adanya efek pencegahan / penangkal terhadap faham / aliran keagamaan bermasalah yang ada di masyarakat. (admin.bi)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar