Penyelenggara Buddha Pantau BIMMA BOROBUDUR di Abad MILENIAL

Penyelenggara Buddha  Pantau BIMMA BOROBUDUR di Abad MILENIAL

Pada tahun 2020, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menginisiasi suatu program,untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai salah satu wisata super prioritas. Pada lain kesempatan, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat berdiskusi dengan Dirjen Bimbingan Masyarakat Buddha (Caliadi) juga berharap agar situs Candi Borobudur, yang menjadi kuil Buddha terbesar di dunia, tidak hanya menjadi destinasi wisata, melainkan menjadi rumah ibadah Agama Buddha di dunia. "Kita berharap segenap ormas keagamaan dan majelis Buddha bersatu padu dalam mewujudkan Borobudur sebagai sentral rumah ibadah umat Buddha dunia,” ajaknya.

Merespon harapan dan ajakan Menag dan sekaligus turut mensosialisasikan/mengedukasi masyarakat Buddha terhadap Program Pemerintah Indonesia untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai salah satu wisata super prioritas, berbagai organisasi keagamaan Buddha di Kabupaten Klungkung (Vihara, Pusdiklat, SMB Dharma Ratna, FIB dan Magabudhi) melaksanakan suatu kegiatan “Bincang Dhamma (BIMMA) dengan mengusung tema "BOROBUDUR di abad MILENIAL", pada Sabtu malam (17/7/2021), secara virtual melalui ZOOM dan live streaming Youtube Vihara Dharma Ratna. 

Tak tanggung-tanggung, tema tersebut disampaikan langsung oleh narasumber pakar dan ahli tentang Borobudur, yaitu Dr. Hudaya Kandahjaya. Saat menyampaikan materi ini, Beliau memberikannya secara langsung dari tempat kerjanya saat ini, yaitu dari BDK Amerika (aka Numata Centre, Berkeley), Moraga, California. Di mana beliau telah bekerja di sana dari 1998 sampai dengan sekarang ini.

Dalam BIMMA Jilid ke-46 tersebut, peraih gelar doktor (Ph.D) “Cultural and Historical Studies of Religions” di Graduate Theological Union, Berkeley, California tahun 2004 ini menjelaskan Borobudur secara terstruktur, ringkas, jelas dan mencerahkan. Bahkan mampu memberikan penjelasan dan informasi “yang belum pernah diungkap/diketahui” umat Buddha kebanyakan. Mulai dari “Ketuhanan Yang Maha Esa dan Status agama Buddha di Indonesia, Borobudur berikut reliefnya, serta kaitannya dengan Kitab Sanghyangkamahayanikan.”

Alhasil, Penyelenggara Buddha yang turut hadir memantau sekaligus berpartisipasi aktif bersama dengan 50 partisipan dan 226 yang menonton via live streaming youtube pun dibuat terkagum-kaum.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar