SIRANI Peran Wanita Hindu Sesuai Ajaran Catur Asrama Pada Tahap Grhasta Asrama

SIRANI Peran Wanita Hindu Sesuai Ajaran Catur Asrama Pada Tahap Grhasta Asrama

Semarapura, 11 Oktober 2021

Siraman Rohani yang dilaksanakan di Radio FM Srinadi ini disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Non PNS atas nama Made Wahyu Dwi Pradnyani dan Ni Luh Gede Dinda Marinda. Dengan tema Peran Wanita Hindu Sesuai Ajaran Catur Asrama Pada Tahap Grhasta Asrama, yang kita ketahui dalam menjalankan kehidupan,kita selalu berlandaskan atas Arajan Agama Hindu, dimana salah satunya yaitu Ajaran Catur Asrama. Catur Asrama dapat diartikan Empat Jenjang atau Tahapan Kehidupan dalam mencapai Moksa.Umat sedharma yang berbahagia, pada pandangan Hindu dalam masa grhasta asrama, wanita sangatlah memiliki peranan yang penting, karena wanita sebagai sarana terwujudnya Punarbhawa/Reinkarnasi.Dimana pada proses Punarbhawa kita mengenal istilah Sukla Svanittha yang artinya “bibit” atau janin yang dikandung oleh manusia. Dalam Siwatattwa dikenal konsep “Ardhanareswari” yaitu Ardha yang berarti Setengah atau Belahan yang sama, Nara yang berarti laki-laki, dan Iswari yang berarti Wanita, maka Ardhanareswari dapat diartikan symbol Tuhan dalam manifestasi sebagai setengah Purusha(laki-laki) dan setengah Pradana (wanita). Kedudukan Purusha disimbolkan dengan Dewa Siwa sedangkan Pradana disimbolkan dengan Dewi Uma, didalam proses penciptaan Dewa Siwa memerankan fungsi maskulin sedangkan Dewi Uma memerankan fungsi feminime.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar