Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility

Magha Puja di Vihara Dharma Ratna Klungkung, Momentum Merawat Kerukunan dan Penguatan Nilai-Nilai Dhamma

Magha Puja di Vihara Dharma Ratna Klungkung, Momentum Merawat Kerukunan dan Penguatan Nilai-Nilai Dhamma

SEMARAPURA - Komitmen membangun kerukunan dan menghadirkan layanan keagamaan yang benar-benar dirasakan umat sebagaimana ditekankan dalam arah kebijakan Asta Protas Kemenag kembali terasa dalam peringatan Hari Suci Magha Puja di Kabupaten Klungkung. Momentum suci ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai cinta kasih, kebijaksanaan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.

Kementerian Agama Kabupaten Klungkung melalui Penyelenggara Buddha turut hadir dalam peringatan Magha Puja yang dilaksanakan di Vihara Dharma Ratna pada Selasa (3/3). Umat Buddha mengikuti rangkaian puja bakti dengan khidmat, mulai dari pembacaan paritta, meditasi bersama, hingga Dhammadesana yang memberikan pendalaman ajaran Dhamma.

Suasana penuh ketenangan juga terasa saat umat melaksanakan pradaksina sebagai simbol penghormatan dan penghayatan terhadap nilai kebajikan. Bagi umat Buddha, Magha Puja bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi pengingat untuk terus menghidupi ajaran Dhamma dalam keseharian, membangun kehidupan yang harmonis dan penuh welas asih.

Dalam kesempatan tersebut, Bhikkhu Sucirano Mah?thera memberikan dhammadesana atau kotbah damai yang menekankan pentingnya menjaga kemurnian hati, memperkuat praktik cinta kasih (metta), serta menumbuhkan kebijaksanaan dalam menghadapi dinamika kehidupan. Beliau mengajak umat untuk menjadikan Magha Puja sebagai momentum mempererat persaudaraan lintas umat beragama dan memperkokoh semangat toleransi di tengah keberagaman.

Bhikkhu Sucirano Mah?thera juga menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek kepada umat yang merayakan, seraya berharap tahun yang baru membawa kedamaian, kesehatan, dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat. Ucapan tersebut menjadi wujud harmoni dan kebersamaan yang terus dirawat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Secara historis, Magha Puja memperingati peristiwa agung saat Buddha Gautama berdiam di Veluvana Arama (Hutan Bambu), Rajagaha, ketika 1.250 bhikkhu yang telah mencapai tingkat kesucian arahat berkumpul tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dalam momen yang dikenal sebagai Caturangasannipata tersebut, Buddha menyampaikan Ovada Patimokkha yang merangkum inti ajaran: tidak berbuat jahat, memperbanyak kebajikan, dan menyucikan hati serta pikiran.

Nilai-nilai inilah yang terus dihidupkan dalam setiap peringatan Magha Puja, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat kerukunan dan menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak nyata bagi umat di Kabupaten Klungkung.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar