Please ensure Javascript is enabled for purposes of website accessibility
Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Makna Puasa Dalam Gereja Katolik

Makna Puasa Dalam Gereja Katolik

Oleh Yulianus A. Gale S.Ag. (Penyuluh Agama Katolik Madya)

Setiap Masa Prapaskah yang diawali dengan perayaan Rabu Abu, umat Katolik di Indonesia diajak menghayati Puasa dalam konteks Aksi Puasa Pembangunan (APP). Aksi Puasa Pembangunan ini adalah gerakan rohani dan sosial yang diselenggarakan oleh Gereja Katolik di Indonesia untuk membantu umat menjalani pertobatan yang nyata. Aksi Puasa bukan sekadar kebiasaan tahunan atau ajakan menahan lapar, tetapi sebuah undangan untuk memperbarui hidup dan mewujudkan iman dalam tindakan kasih.

Puasa dalam semangat Aksi Puasa mengajak umat untuk melihat lebih dalam makna pertobatan. Gereja mengajarkan bahwa pertobatan sejati tidak hanya tampak dalam doa dan puasa, tetapi juga dalam amal kasih. Katekismus Gereja Katolik menegaskan bahwa pertobatan diwujudkan melalui doa, puasa, dan kepedulian kepada sesama (KGK 1434). Karena itu, Aksi Puasa mengajak umat untuk tidak berhenti pada ritual, tetapi melangkah menuju aksi nyata.

Dasar APP bersumber dari Injil. Yesus mengingatkan bahwa iman tidak cukup diungkapkan lewat kata-kata, melainkan harus tampak dalam perbuatan. Kepedulian kepada mereka yang lapar, haus, sakit, tersingkir, dan menderita adalah wujud nyata melakukan kehendak Allah. Inilah semangat yang hendak dihidupi melalui Aksi Puasa: iman yang bekerja melalui kasih.

Akasi Puasa juga disebut sebagai gerakan tobat bersama. Artinya, pertobatan tidak dijalani sendirian, tetapi sebagai umat Allah yang berjalan bersama. Gereja mengajak seluruh umat untuk memperbarui sikap hidup, tidak hanya dari dosa pribadi, tetapi juga dari sikap tidak peduli terhadap ketidakadilan dan penderitaan sesama. Paus Yohanes Paulus II mengingatkan bahwa dosa sosial lahir ketika manusia mengabaikan solidaritas dan tanggung jawab bersama (lih. Sollicitudo Rei Socialis).

Salah satu ciri utama Aksi Puasa adalah semangat solidaritas. Solidaritas berarti rela berbagi dan berkorban demi kebaikan bersama, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tertindas, dan difabel. Solidaritas ini tidak berhenti pada rasa iba, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Paus Yohanes Paulus II menegaskan bahwa Gereja melihat Kristus sendiri dalam diri kaum miskin (lih. Centesimus Annus).

Dalam semangat itu, dana Aksi Puasa menjadi sarana penting. Dana Akasi Puasa bukan sekadar sumbangan, tetapi ungkapan kasih yang bertujuan membangun kehidupan manusia secara lebih bermartabat. Dana ini digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan sekaligus mendorong pemberdayaan dan kemandirian. Hal ini sejalan dengan ajaran Gereja bahwa pembangunan sejati harus mengembangkan seluruh manusia dan semua manusia (lih. Populorum Progressio).

Aksi Puasa juga mengingatkan kita bahwa iman tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sosial. Doa, puasa, dan ibadat harus berbuah dalam kepedulian nyata. Paus Fransiskus menegaskan bahwa iman kristiani mendorong kita membangun persaudaraan dan solidaritas sosial yang konkret (lih. Fratelli Tutti). Dengan demikian, Aksi Puasa membantu umat menghubungkan altar dengan kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, Aksi Puasa telah menjadi gerakan bersama sejak tahun 1972 dan terus dikembangkan oleh para uskup melalui Konferensi Waligereja Indonesia. Setiap tahun, tema Aksi Puasa disusun untuk menanggapi situasi dan tantangan zaman, agar umat dapat menghayati Prapaskah secara relevan dan bermakna.

Melalui berbagai kegiatan seperti pendalaman iman, jalan salib, ibadat tobat, dan aksi sosial, Aksi Puasa membentuk hati nurani umat agar semakin peka terhadap kehendak Allah dan penderitaan sesama. Dari sinilah lahir iman yang dewasa dan solider.

Akhirnya, melalui Aksi Puasa Pembangunan, umat diajak berpuasa tidak hanya dari makanan, tetapi juga dari sikap egois, acuh tak acuh, dan tidak adil. Puasa diisi dengan kasih, kepedulian, dan keberanian untuk berbagi. Dengan semangat inilah Aksi Puasa menjadi jalan sederhana namun nyata untuk menghadirkan wajah Gereja yang peduli, solider, dan penuh harapan di tengah dunia. Semoga***

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar