Oleh Yulianus A. Gale S.Ag. (Penyuluh Agama Katolik Madya)
Setiap
Masa Prapaskah yang diawali dengan perayaan Rabu Abu, umat Katolik di Indonesia
diajak menghayati Puasa dalam konteks Aksi Puasa Pembangunan (APP). Aksi
Puasa Pembangunan ini adalah gerakan rohani dan sosial yang diselenggarakan
oleh Gereja Katolik di Indonesia
untuk membantu umat menjalani pertobatan yang nyata. Aksi Puasa bukan sekadar
kebiasaan tahunan atau ajakan menahan lapar, tetapi sebuah undangan untuk
memperbarui hidup dan mewujudkan iman dalam tindakan kasih.
Puasa
dalam semangat Aksi Puasa mengajak umat untuk melihat lebih dalam makna
pertobatan. Gereja mengajarkan bahwa pertobatan sejati tidak hanya tampak dalam
doa dan puasa, tetapi juga dalam amal kasih. Katekismus Gereja Katolik
menegaskan bahwa pertobatan diwujudkan melalui doa, puasa, dan kepedulian
kepada sesama (KGK 1434). Karena itu, Aksi Puasa mengajak umat untuk tidak
berhenti pada ritual, tetapi melangkah menuju aksi nyata.
Dasar
APP bersumber dari Injil. Yesus mengingatkan bahwa iman tidak cukup diungkapkan
lewat kata-kata, melainkan harus tampak dalam perbuatan. Kepedulian kepada
mereka yang lapar, haus, sakit, tersingkir, dan menderita adalah wujud nyata
melakukan kehendak Allah. Inilah semangat yang hendak dihidupi melalui Aksi
Puasa: iman yang bekerja melalui kasih.
Akasi
Puasa juga disebut sebagai gerakan tobat bersama. Artinya,
pertobatan tidak dijalani sendirian, tetapi sebagai umat Allah yang berjalan
bersama. Gereja mengajak seluruh umat untuk memperbarui sikap hidup, tidak
hanya dari dosa pribadi, tetapi juga dari sikap tidak peduli terhadap
ketidakadilan dan penderitaan sesama. Paus Yohanes Paulus II mengingatkan bahwa
dosa sosial lahir ketika manusia mengabaikan solidaritas dan tanggung jawab
bersama (lih. Sollicitudo
Rei Socialis).
Salah
satu ciri utama Aksi Puasa adalah semangat solidaritas. Solidaritas berarti
rela berbagi dan berkorban demi kebaikan bersama, terutama bagi mereka yang
kecil, lemah, miskin, tertindas, dan difabel. Solidaritas ini tidak berhenti
pada rasa iba, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Paus Yohanes Paulus II
menegaskan bahwa Gereja melihat Kristus sendiri dalam diri kaum miskin (lih. Centesimus Annus).
Dalam
semangat itu, dana Aksi Puasa menjadi sarana penting. Dana Akasi Puasa bukan
sekadar sumbangan, tetapi ungkapan kasih yang bertujuan membangun kehidupan
manusia secara lebih bermartabat. Dana ini digunakan untuk membantu mereka yang
membutuhkan sekaligus mendorong pemberdayaan dan kemandirian. Hal ini sejalan
dengan ajaran Gereja bahwa pembangunan sejati harus mengembangkan seluruh
manusia dan semua manusia (lih. Populorum
Progressio).
Aksi
Puasa juga mengingatkan kita bahwa iman tidak bisa dipisahkan dari kehidupan
sosial. Doa, puasa, dan ibadat harus berbuah dalam kepedulian nyata. Paus
Fransiskus menegaskan bahwa iman kristiani mendorong kita membangun
persaudaraan dan solidaritas sosial yang konkret (lih. Fratelli Tutti). Dengan
demikian, Aksi Puasa membantu umat menghubungkan altar dengan kehidupan
sehari-hari.
Di
Indonesia, Aksi Puasa telah menjadi gerakan bersama sejak tahun 1972 dan terus
dikembangkan oleh para uskup melalui Konferensi
Waligereja Indonesia. Setiap tahun, tema Aksi Puasa disusun untuk
menanggapi situasi dan tantangan zaman, agar umat dapat menghayati Prapaskah
secara relevan dan bermakna.
Melalui
berbagai kegiatan seperti pendalaman iman, jalan salib, ibadat tobat, dan aksi
sosial, Aksi Puasa membentuk hati nurani umat agar semakin peka terhadap
kehendak Allah dan penderitaan sesama. Dari sinilah lahir iman yang dewasa dan
solider.
Akhirnya,
melalui Aksi Puasa Pembangunan, umat diajak berpuasa tidak hanya dari makanan,
tetapi juga dari sikap egois, acuh tak acuh, dan tidak adil. Puasa diisi dengan
kasih, kepedulian, dan keberanian untuk berbagi. Dengan semangat inilah Aksi
Puasa menjadi jalan sederhana namun nyata untuk menghadirkan wajah Gereja yang
peduli, solider, dan penuh harapan di tengah dunia. Semoga***
Informasi Penting
-
- 22:18 WITA
- 12 Mar 2026
- Provinsi
-
- 12:08 WITA
- 04 Mar 2026
- Provinsi
-
- 20:18 WITA
- 27 Peb 2026
- Provinsi
-
- 20:59 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
-
- 11:09 WITA
- 18 Peb 2026
- Provinsi
Lihat Informasi lainnyaDaftar Rumah Ibadah Ramah Pemudik Provinsi Bali Tahun 2026
SE Sekjen Kemeterian Agama Nomor 5 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Tugas Kedinasan Bagi Pegawai ASN Kemenag pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri
Seruan Bersama Tentang Pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948/Tahun 2026 yang Bertepatan dengan Malam Takbiran Idulfitri Tahun 1447 Hijriah/ 2026 Masehi
SE Sekjen Kemenag Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Jam Kerja Pegawai Kementerian Agama Pada Bulan Ramadan 1447 Hijriah
Jadwal Imsakiyah Provinsi Bali 2026