Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Meskipun Kecewa, Soimah Ikhlas Menerima Kebijakan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji

Meskipun Kecewa, Soimah Ikhlas Menerima Kebijakan Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji

(Humas Bali) Pasrah, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan dari Soimah Hendrawati binti Said. Ibu dua orang anak yang untuk kali keduanya tahun ini harus menelan pil pahit bahwa kerinduannya untuk beribadah haji di tanah suci harus dibatalkan keberangkatannya. Namun, Soimah sendiri telah mampu menerima kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah melalui Menteri Agama RI pada tanggal 3 Juni 2021 yang tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/2021 M.


Ibu Imah sehari harinya disapa, tinggal di Tegal Badeng Timur, Negara Kabupaten Jembrana Bali adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Dimana suaminya yang semula menjadi guru mengaji di Denpasar terpaksa harus kembali ke Negara sejak Pandemi Covid 19 melanda dan terpaksa harus bekerja serabutan untuk menyambung kehidupan mereka. Sembilan tahun sudah dirinya dengan sabar menunggu panggilan untuk beribadah ditanah suci. “Jujur saya kecewa haji dibatalkan, tetapi ini yang diputuskan oleh pemerintah ya, saya pasrah saja. Semoga tahun depan Corona sudah hilang dan Jemaah haji bisa diberangkatkan.” Harap Imah.


Ditanya terkait dana haji, Imah sendiri menjawab tidak akan mengambil dana haji tersebut dan sepenuhnya percaya dengan pemerintah melalui Kementerian Agama. “Saya orang susah, kalau uang pasti perlu saja tapi ini sudah diniatkan untuk ibadah. Hanya saja saya berharap semoga pemerintah dapat memberikan keringanan atau membantu biaya pemeriksaan kesehatan calon Jemaah haji tahun depan. Ini juga harapan calon Jemaah haji yang lain.” Jelasnya.


“Tapi kalau tidak ada bantuan, ya saya bingung juga bagaiamana untuk biayanya nanti. Saya hanya ibu rumah tangga, suami juga sekarang kerja serabutan. Tapi saya percaya Allah SWT pasti berikan jalan insyaallah” Ujar Imah penuh harap.


Terhadap program manasik yang digelar oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali maupun Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana dirinya selalu aktif mengikuti. “Saya selalu ikut program manasiknya baik online maupun langsung. Mungkin sudah khatam saya ini manasik karena sudah dua tahun ini ikut manasik haji. Vaksin juga sudah lengkap saya terima, sudah siap sekali berangkat tapi Allah belum mengizinkan.” celotehnya.


Ibu Imah adalah salah satu contoh kecil dari 673 orang calon Jemaah haji di Provinsi Bali yang batal berangkat pada tahun 2021 M ini. Diusianya 45 tahun mungkin masih tinggi harapan tahun depan dapat berangkat menuju Baitullah. Namun dari data Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil kementerian Agama Provinsi Bali tercatat ada 7 orang calon Jemaah haji prioritas lansia. Semoga 7 orang calon Jemaah haji lansia khususnya dan 666 orang calon Jemaah haji lainnya Allah selalu berikan kesehatan agar dapat melaksanakan ibadah haji ditahun mendatang.


Kebijakan pembatalan keberangkatan calon Jemaah haji sendiri diambil sebagai upaya pemerintah untuk melindungi warganya dari pandemi Covid 19. Bahwa dalam ajaran Islam, menjaga jiwa merupakan salah satu dari lima magashid syari‘ah selain menjaga agama, akal, keturunan, dan harta yang harus dijadikan sebagai dasar pertimbangan utama dalam penetapan hukum atau kebijakan oleh Pemerintah agar terwujud kemaslahatan bagi masyarakat.


Selain itu juga pemerintah Kerajaan Arab Saudi belum mengundang Pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1442 H/2021M. Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumat pada hari Sabtu, 12 Juni 2021 menyampaikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengumumkan bahwa skema haji 1442 H/2021 M hanya untuk warga negara Saudi dan warga asing (ekspatriat) yang saat ini tinggal di sana. Sementara itu quota yang ditetapkan 60.000 orang. Pemerintah sendiri kini akan lebih fokus dalam mempersiapkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H dengan melakuka komunikasi sejak dini dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi sehingga calon Jemaah haji Indonesia dapat diberangkatkan pada tahun 2022 M.(sn)


Oleh: Saniaturrubaeah, S.Sos

Pranata Humas Ahli Muda

Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar