Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Ka. Kanwil Kemenag Prov. Bali Buka Workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Penhawas Agama Hindu

Ka. Kanwil Kemenag Prov. Bali Buka Workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Penhawas Agama Hindu Ka. Kanwil Kemenag Prov. Bali Buka Workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Penhawas Agama Hindu

(Inmas Bali) Kamis, 22 Agustus 2019 Bidang Pendidikan Agama Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menyelenggarakan acara workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Pengawas Agama Hindu perwakilan dari Kabupaten/Kota se-Bali sebanyak 60 orang peserta yang dilaksanakan di Hotel Puri Nusa Indah Waribang Denpasar dengan tema “Melalui Workshop Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Pengawas Agama Hindu Kita Tingkatkan Kualifikasi, Kopetensi dan Inovasi Menuju Pengawas yang Profesional”. Acara dilaksanakan selama empat hari dari tanggal 22 Agustus 2019 sampai tanggal 25 Agustus 2019 dibuka langsung oleh Bapak Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, S.Pd., M.Ag., menghadirkan delapan orang narasumber yaitu dari Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali, Undiksa, IHDN Denpasar, UNHI, dan Universitas Udayana. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi dan inovasi para pengawas sehingga dapat meningkatkan profesionalitas kerja bagi para pengawas.

Kepala Kanwil Kemenag Prov. Bali dalam sambutannya menyampaikan mengenai kebijakan Kanwil Kementerian Agama dalam bidang pendidikan. Beliau menyampaikan dari hasil penelitian oleh Convey Indonesia dan PPIM UIN Jakarta dengan judul “Pelita yang Meredup : Potret Keberagamaan Guru Indonesia” menyebutkan bahwa Guru pada lembaga pendidikan keagamaan memiliki opini intoleran dan opini radikal yang tinggi. Tentu saja hal ini menjadi perhatian yang sangat penting bagi pemerintah untuk memperbaiki kondisi yang ada, oleh karena itu harus memperbanyak program-program yang memberikan pengalaman guru untuk merasakan keberagaman dan kemajemukan, peningkatan kesejahteraan guru dengan membuat standar pelayanan minimal guru tanpa membedakan negri-swasta, serta pemberdayaan lembaga yang memproduksi guru, perhatian lebih pada guru mata pelajaran “non UN”, guru honorer, dan guru swasta sehingga tidak ada perbedaan perlakuan. Langkah strategis yang dilakukan di Kementerian Agama untuk menceggah paham intoleran dan radikal ialah dengan membuat kebijakan “Tiga Mantra” yaitu 1. Moderasi Beragama, 2. Membangun Kebersamaan, dan 3. Integrasi Data. Tiga Mantra harus menjadi ruh khususnya bagi ASN Kementerian Agama serta diharapkan dapat memberikan mukjizat yang baik demi terwujudnya kerukunan masyarakat Indonesia. Kepala Kanwil Kemenag Prov. Bali berharap seluruh peserta mengikuti workshop ini secara penuh selama empat hari, beliau juga berharap agar guru dapat meningkatkan kompetensi, bekerja secara profesional dan mampu menjadi teladan.

Acara dilanjutkan dengan foto bersama dan pemberian materi oleh narasumber.(Ign_w)

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar