Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Orientasi Kurikulum 2013 Kegiatan II Guru Agama Hindu

Orientasi Kurikulum 2013 Kegiatan II Guru Agama Hindu

(Inmas Bali), Bertempat di The Vasini Hotel, Selasa, 3 September 2019, Bidang Pendidikan Agama Hindu menggelar kegiatan Orientasi Kurikulum 2013 Kegiatan II Guru Agama Hindu dengan tema “Melalui Orientasi Kurikulum 2013 Keg.II Sebagai Ajang Peningkatan Profesi Dan Mutu Pendidikan Agama Hindu ” Dan jumlah peserta70 berasal dari Kabupaten/Kota se-Bali serta menghadirkan 8 orang narasumber yang berkompeten dibidangnya.

“ Pendidikan Agama Hindu merupakan salah satu faktor penentu watak dan kepribadian bangsa, sebagaimana yang tersirat dalam tujuan pendidikan nasional dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hendaknya Kurikulum 2013 dirancang dan dipadukan dengan nilai-nilai agama Hindu agar anak-anak bisa menjadi pribadi yang cerdas intelektual dan spritual, baik, tangguh dan punya rasa peduli “ papar I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag selaku Ka.Kanwil Kemenag Prov.Bali saat memberikan sambutan dan sekaligus membuka kegiatan ini didampingi oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu, Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H, Kasi sistem informasi dan Kasi Pendidikam Agama Hindu Pada PAUD dan Pendidikan Dasar.

I Nyoman Lastra berharap melalui kegiatan yang berlangsung pada hari Selasa s.d Jumat pada tanggal 3 s.d 6 September 2019 ini seluruh peserta bisa menambah pengetahuan, keterampilan dalam mengajar sehingga mereka bisa memiliki motivasi tinggi untuk menjalankan tugasnya sebagai guru. Apalagi guru yang berhubungan dengan pendidikan agama, jauh memiliki tanggung jawab yang besar untuk mengajarkan akhlak ketuhanan. Dalam pendidikan agama hindu guru agama hindu harus mengkaji secara mendalam tentang kehinduan. Supaya anak didik yang sedang belajar mampu memahami ilmu agama dengan benar.

"Agama sumbernya adalah wahyu. ada 3 esensi yang menjadi kebutuhan hidup manusia yaitu agama, ilmu dan seni. Agama membangun manusia damai, ilmu membangun manusia mampu, seni membangun manusia indah. Ketika ilmu eksak tidak mampu memenuhi kebutuhan manusia disitulah agama hadir dalam ruang kosong, agama hadir melengkapi ilmu-ilmu yang ada, maka dari itu, dari 3 esensi tersebut esensi ilmu dan agama adalah esensi yang dimiliki guru agama. Guru Agama adalah orang pilihan" tutup I Nyoman Lastra mengakhiri sambutan.


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar