Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Perbaikan Kinerja Aparatur Melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)

Perbaikan Kinerja Aparatur Melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) Perbaikan Kinerja Aparatur Melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP)

(Inmas Bali) Bertempat di Operation Room Lantai 2 Itjen Kemenag RI Jakarta, JL. RS. Fatmawati No. 33 A Cipete Jakarta Selatan, Ka. Kanwil Kemenag Prov. Bali, Nyoman Lastra beserta Kabid, Pembimas dan Kasubag, menghadiri Undangan Sosialisasi Penerapan ISO 37001:2016 yang diselenggarakan oleh Itjen Kemenag RI dengan Narasumber dari ICW.

Dalam pembukaan acara yang disampaikan oleh Sekretaris Itjen Kemenag RI, Muhammad Thambrin menyampaikan bahwa peserta yang dihadirkan adalah dari Kanwil Kemenag Provinsi dan Perguruan yang memiliki temuan audit rendah dan telah menindak lanjuti serta Satker yang Presentatif kedepannya akan dijadikan sampling serta role model bagi Kanwil Kemenag dan Perguruan Tinggi yang lainnya yang berada di bawah Kementerian Agama. Keberadaan Satker dan SDM yang banyak dimiliki oleh Kamenag diharapkan bisa menunjang SMAP.

Selanjunya dalam penyampaian materi oleh Narasumber dari TIM ICW, Ade Wirawan, Emerson Yuntho dan Firdaus, dalam pemaparan menyampaikan bahwa pengadaan sosialisasi dilatar belakangi salah satunya kegiatan SPAK yang merupakan inovasi dari Kemenag yang nantinya dijadikan contoh Kementerian lainnya, serta anggapan bahwa Kemenag menjadi Imamnya dari Kementerian lain. Sistem Manajemen Anti Penyuapan diharapkan untuk mencegah Internal serta mengurangi insiden dari awal.
Ade Wirawan berharap Komitmen Pimpinan terhadap kebijakan penguatan SMAP mengarah kepada sertifikasi ISSO.
Harapan agar Kemenag dapat memilih jenis layanan yang akan di sertifikasi.
Kecukupan anggaran salah satu faktor yang menetukan karena belum ada standar pembiayaan yang dibutuhkan dalam proses pelaksanaan sertifikasi.
Memperoleh Certificat ISSO melalui proses panjang, akan tetapi telah diperkenalkan Akademi Anti Korupsi tanpa biaya yg disediakan melalui layanan online.

Selain praktek korupsi, penyuapan, mark up, mark down, gratifikasi, laporan fiktif, penggelapan, tidak dibenarkan karena menyebabkan kerugian negara.
Faktor penyebab korupsi bisa datangnya; Pertama dari Internal antara lain korupsi by name atau kebutuhan dan gaya hidup dan yang Kedua Faktor External, diantaranya faktor Kepemimpinan, Tekanan struktural. Titik rawan Korupsi diantaranya : Pengadaan Barang/Jasa, titipan anggaran, perijinan, perjadin dan penyelenggaraan kegiatan. Yang diwajibkan dalam SMART, antara lain mekanisme pelaporan / WBS.
Dengan manajemen anti suap berakibat penghematan anggaran negara. Kegiatan sosialisasi dikemas dengan tanya jawab.

Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar