Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Tahun 2020 ISO 37001 Diterapkan Pada Pelayanan Haji Bali

Tahun 2020 ISO 37001 Diterapkan Pada Pelayanan Haji Bali Foto by Sania

(Inmas Bali) Guna menjaring informasi terkait pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah di Provinsi Bali Sabtu, 14 Desember 2019 bertempat di Hotel Mercure Kuta Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali menggelar kegiatan Jagong Masalah Haji dan Umrah (JAMARAH). Jagong sendiri merupakan Bahasa jawa yang memiliki makna berbincang mau mengobrol. Jamarah merupakan program direktif dari Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama RI. 

H. Nizar Ali selaku Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama RI menyampaikan bahwa penyelenggaraan haji mengalami kenaikan dari indeks kepuasan layananannya yang dihimpun melalui Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018 mempunyai indeks pelayananan 85, 23 dan tahun 2019 juga mengalami kenaikan dengan nilai kepuasan 85,91.

Untuk meningkatkan pelayanan haji maka Kementerian Agama memiliki rumusan 10 (sepuluh) inovasi baru yaitu kloter berbasis wilayah, respon darurat, pelayanan terpadu dan system pelaporan, Konsumsi Full Covered, Manasik Sepanjang Tahun, efisiensi proses visa, Penomoran maktab, penyusunan regulasi, Mengefektifkan pembayaran non-teller untuk pelunasan haji, dan Perbaikan Proses Badal dan Safari Wukuf.

Sementara itu Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra menyampaikan bahwa tahun 2020 mendatang, Bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali akan menerapkan ISO 37001. ISO 37001 sendiri merupakan Sistem Manajemen Anti-suap yang menentukan berbagai langkah-langkah dan kontrol bahwa perusahaan harus menerapkan untuk mencegah dan mengungkap penyuapan dan korupsi.  “Penerapan ISO ini berlandaskan semangat akuntabel” ujar Nyoman Lastra. Setiap pelayanan tidak ada bermain uang, segala layanan akan menggunakan system digitalisasi agar bersih dan akuntabel. 

Jamarah ini diikuti oleh 100 orang peserta dari perwakilan agen travel haji khusus dan umrah, kepala KUA se-Bali, penyelenggara haji dan umrah se-Bali, penyuluh agama islam, dan tokoh agama.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar