Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Pesan Natal Menteri Agama

Pesan Natal Menteri Agama Menteri Agama Menyampaikan Pesan Natal (Foto by Biro HDI)

(Inmas Bali) Bertempat di Pullman Hotel Kuta Menteri Agama Republik Indonesia Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi Rabu, 25 Desember 2019 menyampaikan pesan hari raya Natal. Pesan Natal tersebut disiarkan langsung oleh media Kompas TV usai menyelesaikan agenda kegiatan di Bali. Fachrul Razi menyampaikan bahwa dalam pantauannya perayaan Natal tahun 2019 ini berjalan cukup baik yang menunjukkan kerukunan hidup umat beragama berlangsung jauh lebih baik dari waktu lalu.
Menteri Agama menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo terkait hari raya Natal bahwa mengutamakan keadilan, kedamaian, dan kerukunan pada kehidupan bermasyarakat. “Damai dan rukun dapat memberikan dampak yang sukup signifikan dan memberikan dampak yang luas juga bagi masuknya investasi maupun peningkatan pariwisata. Wisatawan hanya akan datang jika daerah tersebut rukun dan damai, kita ambil contoh pariwisata di Bali yang mampu menjaga kerukunan dan kedamaian sehingga tingkat kunjungan wisatawannya pun terus meningkat” ujar Fachrul Razi.
Selain itu Menag juga menyampaikan upaya pemerintah dalam menjaga keamanan selama perayaa Natal tidak ada yang berlebihan semua berjalan sewajarnya dan biasa saja sehingga tidak mengganggu pelaksanaan ibadah. Lebih lanjut Fachrul Razi juga menyampaikan jika ada isu isu terkait kesepakatan untuk tidak merayakan Natal itu semua salah, kebebasan beragama merupakan amanah konstitusi yang harus kita jalankan. Pemerintah telah memberikan jaminan untuk kebebasan beragama dan itu semua telah diatur dari undang undang dasar 1945. Adapun konflik terkait pembangunan tempat ibadah apat diselesaikan melalui dialog karena telah diatur dari SKB 2 menteri.
Lebih lanjut Fachrul Razi menyampaikan pesan Natal bahwa tema yang diangkat yaitu hiduplah bagi sahabat bagi semua orang benar benar sesuai dengan kebhinekaan dan mampu memelihara silaturahmi dengan baik. Tema tersebut sangat relevan dengan kehidupan beragam yang ada di masyarakat Indonesia.(sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar