Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Dua Prestasi Awal Tahun Kementerian Agama Provinsi Bali

Dua Prestasi Awal Tahun Kementerian Agama Provinsi Bali Foto by Sania

(Inmas Bali) Mengawali tahun 2020 kembali prestasi ditorehkan Kementerian Agama Provinsi Bali pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2020 dengan meraih penghargaan Satuan Kerja Berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) Tahun 2019 oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali penghargaan diterima oleh Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Bapak Drs. Ida Bagus Mastika, M.PdI serta penghargaan tokoh inspiratif dan inovatif yang diberikan kepada ibu Komang Sri Marheni, S.Ag, M.Si yang merupakan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar. 

Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Agama RI Bapak Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razi di Redtop Hotel Pecenongan Jakarta Senin 29 Januari 2020. Fachrul Razi juga menyampaikan bahwa Tuhan telah menciptakan perbedaan untuk kita agar saling mengenal, sehingga jika kita tidak mau saling mengenal makan kita hakikatnya telah mengingkari kehendak Tuhan. Lebih lanjut juga Menag menyoroti bahwa perbedaan dalam islam sendiri merupakan sunatullah sehingga adanya perbedaan itu sudah bukan menjadi penghalang dari kita menjaga kerukunan. “Perbedaan diciptakan Tuhan untuk kita dapat saling mengenal, jika kita tidak ingin saling mengenal berarti kita telah mengingkari kehendak Tuhan” Ujar Fachrul Razi. “Hal yang juga ditekankan yaitu terkait moderasi beragama, harus digaris bawahi bahwa hingga kiamat agama itu tidak dapat berubah menjadi moderat yang harus diubah itu pemikiran umatnya agar menjadi moderat” tegas Fachrul Razi sehingga kita mampu beragama sesuai dengan ajaran agama yang kita yakini namun tetap mampu menerima perbedaaan dan bertoleransi terhadap perbedaan tersebut sehingga jika pemikian moderat itu dapat ditanamkan pada setiap umat beragama maka paham radikalisme atau konflik antar umat beragama tidak akan terjadi.

Rakernas ini sendiri merupakan rangkain dari arahan pokok pokok pikiran dari Menteri Agama RI 2019 – 2020 yang ada lima hal yaitu Pemberantasan Korupsi, Peningkatan Pelayanan Haji dan Pembenahan Layanan Umrah, Pembenahan Pendidikan Keagamaan, Deradikalisasi, dan Sertifikasi Halal seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Bapak Prof. Dr. Phil. H. Mohamad Nur Kholis Setiawan, MA. Lima pokok pikiran ini yang kemudian kedepan akan menjadi program kerja dari Kementerian Agama dalam tahun anggaran 2020. Nur Kholis juga menyampaikan bahwa tahun 2019 ini Kementerian Agama mencapai serapan anggaran paling tinggi sepanjang sejarah yaitu sebesar 96,38% dari total anggaran 66,8 trilliun.

Dalam Rakernas ini juga hadir Plt. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Bapak Prof. Dr. Haryono, M,Pd yang menekankan bahwa ideologi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harus ada dalam setiap program kerja Kementerian Agama baik di pusat maupun daerah. Hal ini relevan dengan tema yang diangkat dalam Rakernas tahun ini yaitu Moderasi Beragama, Umat Rukun, Indonesia Maju. Dalam kesempatan ini juga dilakuka penandatanganan MOU Pembinaan Ideologi Pancasila antara Kementerian Agama dan BPIP.

Tema ini dirasa sangat penting guna menekan paham radikalisme yang ada dengan menyebarkan paham moderat beragama. Bukan agamanya yang moderat tetapi cara beragamanya. Damai dan rukun dapat memberikan dampak yang sukup signifikan dan memberikan dampak yang luas juga bagi masuknya investasi seperti yang disampaikan oleh Menag. Rakernas ini akan berlangsung selama tiga hari hingga tanggal 31 Januari 2020 yang diikuti oleh eselon I dan II seluruh satuan kerja pada Kementerian Agama. (sn)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar