Pengumuman Baru
  • 15:00 WITA *Lima Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama RI : Integritas, Profesionalitas, Inovasi, Tangungjawab, Keteladanan*
  • 15:00 WITA *Selamat Hari Raya Suci Nyepi Tahun Caka 1941*

Jemaah Bali Mulai Diperkenalkan Layanan Fast Track

Jemaah Bali Mulai Diperkenalkan Layanan Fast Track PHU

Bidang PHU : Dengan semakin dekatnya penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 H/2020 M, maka Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali semakin gencar mensosialisasikan berbagai layanan bagi jemaah haji, salah satunya layanan fast track yang akan diterima jemaah haji Provinsi Bali.

Sosialisasi tersebut disampaikan Kepala Seksi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi Bali, H. Nadlah, saat menjadi narasumber pada Bimbingan Manasik pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Persaudaraan di Masjid Nurullah Denpasar, Minggu (09-02-2020). Layanan keimigrasian tersebut mulai diberlakukan bagi jemaah haji Embarkasi Surabaya mulai tahun 2020 ini, termasuk jemaah haji Provinsi Bali.

Layanan fast track sendiri sejatinya telah diberlakukan sejak dua tahun yang lalu bagi jemaah yang tergabung dalam Embarkasi Jakarta. "Salah satu inovasi penyelenggaraan haji tahun 2020 adalah perluasan pemberlakukan fast track bagi jemaah haji, khususnya jemaah Embarkasi Jakarta dan Embarkasi Surabaya, termasuk jemaah haji Provinsi Bali," paparnya di hadapan puluhan jemaah KBIHU Persaudaraan.

Informasi tersebut dipertegas kembali oleh Kasi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler, H. Muhammad Nasihuddin, yang juga tampil sebagai narasumber pada kesempatan berikutnya. Dengan pemberlakuan layanan fast track, maka jemaah haji Provinsi Bali tidak lagi akan melakukan proses keimigrasian di Bandara KAAIA Jeddah. "Selepas turun dari pesawat, maka jemaah akan langsung menuju ke bus untuk didorong ke Makkah tanpa proses keimigrasian lagi," jelas Nasihuddin.

Dalam layanan fast track, sebelum naik pesawat dari Bandara Juanda ke Bandara Jeddah, setiap jemaah akan melalui tahap keimigrasian, yaitu rekam biometrik dan stempel keimigrasian Arab Saudi. Dengan pemindahan proses keimigrasian dari Bandara Jeddah ke Surabaya, maka setiap jemaah yang naik pesawat di Bandara Juanda sudah dianggap berada di Arab Saudi. "Dalam penerbangan dikenal istilah pre-departure clearance, artinya sudah selesai proses keimigrasian sebelum masuk negara tujuan dan sudah dianggap berada di luar negeri, walau hakekatnya masih di Indonesia," tandasnya

Dengan pelayanan fast track maka setiap jemaah diminta untuk menyesuaikan terkait pelaksanaan ihram dan miqatnya karena durasi di Bandara Jeddah menjadi lebih singkat. "Kalau dulu, proses keimigrasian di Bandara Jeddah bisa mencapai 4 jam. Maka dengan layanan fast track proses di Bandara Jeddah bisa kurang dari 1 jam. Mohon bisa diantisipasi oleh setiap jemaah," ujar Nasihuddin

Layanan fast track sendiri sebagai bentuk peningkatan layanan yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terkait pelayanan jemaah haji. Peningkatan pelayanan itu juga sebagai kompensasi pembayaran visa haji yang diberlakukan bagi setiap jemaah mulai tahun 2020. "Tahun ini setiap jemaah dikenakan visa berbayar sebesar 300 riyal. Kompensasinya ya tambahan layanan fast track yang secara bertahap akan diberlakukan di semua embarkasi. Untuk tahun ini, baru tambahan di embarkasi Surabaya," tuturnya.(nas)


Login

Selamat Datang! Masuk ke akun Anda

Masuk dengan akun Google

Tidak punya akun? Daftar

Lupa kata kunci

Daftar